Berita Bangka Selatan

Kemarau Bak Momok Menakutkan, Petani Rias Pasrah Berharap Turun Hujan

Musim kemarau bak momok menakutkan bagi petani di Desa Rias Toboali, Kabupaten Bangka Selatan.

Kemarau Bak Momok Menakutkan, Petani Rias Pasrah Berharap Turun Hujan
Bangkapos.com/Anthoni Ramli
Muhammad Turmuzi, Jumat (23/8/2019) saat berada di hamparan petak sawah di Desa Rias Toboali. 

BANGKAPOS.COM-- Musim kemarau bak momok menakutkan bagi petani di Desa Rias Toboali, Kabupaten Bangka Selatan.

Pasalnya, padi disejumlah petak sawah milik mereka terancam gagal panen akibat tidak adanya pasokan air.

Seperti yang diungkapkan Muhammad Turmuzi. Dirinya hanya bisa pasrah, menyaksikan empat petak tanaman padi miliknya kian menguning.

Pria yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Muh Desa SPA Rias, tersebut tak mampu berbuat banyak.

Sumber air yang telah mengering membuat dirinya pasrah dan berharap turunnya hujan sehingga sebagian padi yang mereka tanam dapat dipanen.

"Mau gimana lagi. Mau ngambil air sumbernya sudah kering semua. Jadi ya pasrah lah berharap turun hujan. Jadi sebagian padi bisa di panen tidak mati semua," keluh Muhammad Tarmuzi ditemui dari sekitar area persawahan Desa Rias, Toboali, Jumat (23/8/2019).

Hama Wereng

Kecemasan serupa juga menghantui petani sawah di Desa Rias lainnya.

Handul, Jumat (23/8/2019) siang, baru saja menyemprot petak tanaman padi di sawah miliknya berharap, sebagian padi miliknya bisa di panen, kendati sebagian besar terancam mati.

Ia juga tak mampu berbuat banyak dan pasrah berharap turun hujan.

SedangkanpPenyemprotan yang ia lakukan guna mengantisipasi serangan gama wereng pada padi. Diakui Handul,  penyebab mati serta menguningnya tanaman padi akibat serangan hama wereng.

"Penyebab tanaman padi menguning itu karena serangan hama wereng. Padi tidak bisa bertahan lama dari serangan itu karena tidak ada air. Kalau peraediaan air nya cukup padi bisa bertahan dari serangan hama wereng," ujar Handul disekitar area persawahan Desa Rias Toboali.  (Bangkapos.com/Anthoni Ramli)

Penulis: Antoni Ramli
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved