Komitmen Pemda Bangka Barat Pertahankan Predikat Kabupaten Sehat Diapresiasi Kemenkes RI

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengapresiasi komitmen teguh Pemda Bangka Barat di bawah kepemimpinan Bupati Markus SH

Komitmen Pemda Bangka Barat Pertahankan Predikat Kabupaten Sehat Diapresiasi Kemenkes RI
Ist/Humas Pemkab Bangka Barat
Bupati Markus SH didampingi pengurus forum sejiran setason sehat dan pihak terkait berfoto bersama tim verifikasi kabupaten sehat 2019, Kamis (22/8) 

MUNTOK - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengapresiasi komitmen teguh Pemda Bangka Barat di bawah kepemimpinan Bupati Markus SH untuk mempertahankan penghargaan Swasti Saba Wistara, sebuah penghargaan tertinggi dalam bidang Kabupaten Sehat.

Bupati Markus SH menegaskan, Pemda Bangka Barat sangat konsent terhadap persoalan kesehatan sebagai salah satu prioritas karena berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia (SDM).

"Kita di Pemda sangat konsent dengan kesehatan ini, karena kesehatan dan pendidikan berkaitan erat dengan kualitas SDM kita di Bangka Barat yang harus terus kita jaga, kita perjuangkan. Tahun 2017, Bangka Barat meraih penghargaan Swasti Saba Wistara. Saya optimis kita bisa pertahankan ini tentu dengan kerjasama semua pihak terkait," kata Markus saat menerima tim verifikasi kabupaten sehat 2019, Kamis (22/8).

Lebih jauh Bupati Markus menjelaskan terkait terobosan Pemda Bangka Barat selama ini menuju kabupaten yang bersih, aman, nyaman, dan sehat bagi penduduknya.

"Tahun 2020 nanti, Bangka Barat target UHC. Kita komit karena masalah kesehatan tidak bisa ditawar-tawar. Saya sudah sampaikan dengan rumah sakit, untuk tidak boleh menolak pasien. Kita juga menargetkan bebas ODF, kita tidak ingin warga BAB sembarangan. Ini bisa diwujudkan dengan memaksimalkan dana desa yang cukup besar saat ini. Kita juga terus berinovasi dalam mencegah dan menangani stunting dimana inovasi ini telah mendapat penghargaan Kemendagri kategori terbaik inovasi program," jelas Markus.

Menurut Markus SH, prestasi yang telah diraih tersebut berkat dukungan dan kerjasama sepenuh hati semua pihak, tak terkecuali Forum Sejiran Setason sehat yang dibentuk pada 2012 lalu. Sejak forum ini dibentuk, berbagai kegiatan mulai dilaksanakan dan berhasil meraih penghargaan Kabupaten/Kota Sehat pada tahun 2013 Swasta Saba Padapa, 2015 Swasti Saba Wiwerda dan 2017 Swasti Saba Wistara.

Ketua tim verifikasi Hj. Noviawati SE, M. Kes mengapresiasi terobosan Pemda Bangka Barat dalam bidang kesehatan selama ini.

"Saya kira Pak Bupatinya masih sangat muda, energik dan kepeduliannya mewujudkan daerah yang sehat patut diapresiasi termasuk hubungan kemitraan yang baik antara pemerintah dengan masyarakat dalam melaksanakan pembangunan di Bangka Barat selama ini," tandas Noviawati.

Menurutnya, dirinya bersama tim Kemendagri ke Bangka Barat melakukan verifikasi lapangan guna mencocokan kondisi lapangan dengan dokumen yang telah dikirim awal tahun lalu.

Dia menyampaikan, proses penilaian penganugerahan kabupaten/kota sehat tahun 2019 ini diikuti 202 kabupaten/kota dari 29 provinsi. Jumlah ini meningkat dibanding 2017 lalu yang hanya 173 kabupaten/kota dari 26 provinsi.

Untuk diketahui, tahun ini Pemda Bangka Barat mengusulkan enam tatanan untuk diperlombakan yakni; pariwisata sehat, kawasan permukiman sarana prasarana sehat, industri dan perkantoran sehat, tatanan kehidupan masyarakat yang sehat dan mandiri, kehidupan masyarakat sosial sehat serta tatanan ketahanan pangan dan gizi.

"Jumlah ini meningkat dari tahun 2017 lalu yang hanya 5 tatanan yang diusulkan, sekarang bertambah satu jadi 6 tatanan," jelas Kabid Sosial Budaya dan Pemerintahan Bappelitbangda, Safrizal.

Editor: Evan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved