Advertorial

Pemkab Bangka Barat Ajak Warga Gelorakan Kabupaten/Kota Sehat

Pemkab Babar melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kab Babar kedatangan Tim Verifikasi Penyelenggaraan Kabupaten

Pemkab Bangka Barat Ajak Warga Gelorakan Kabupaten/Kota Sehat
ist/Pemkab Bangka Barat Ajak Warga Gelorakan Kabupaten/Kota Sehat
PEMERINTAH Kabupaten Bangka Barat melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bangka Barat kedatangan Tim Verifikasi Penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat Tahun 2019 di Negeri Sejiran Setason, Kamis (22/8) di Ruang OR I Sekretariat Daerah Bangka Barat 

BANGKAPOS.COM-- Pemerintah Kabupaten Bangka Barat melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bangka Barat kedatangan Tim Verifikasi Penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat Tahun 2019 di Negeri Sejiran Setason, Kamis (22/8/2019) di Ruang OR I Sekretariat Daerah Bangka Barat.

Bupati Bangka Barat, Markus SH mengatakan Kabupaten/Kota Sehat adalah suatu kondisi kabupaten/kota yang bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni penduduk yang dicapai melalui terselenggaranya pene­rapan beberapa tatanan de­ngan kegiatan yang terintegrasi yang disepakati masyarakat dan pemerintah daerah. Maka terbentuklah Forum Kabupaten Sehat di Kabupaten Bangka Barat sejak 21 Januari 2012 dengan nama Forum Sejiran Setason Sehat yang difasilitasi oleh pemerintah kabupaten/kota.

Sejak dibentuknya forum ini berbagai kegiatan mulai dilaksanakan dan berhasil meraih penghargaan Kabupaten/Kota Sehat pada tahun 2013 Swasta Saba Padapa, 2015 Swasti Saba Wiwerda dan 2017 Swasti Saba Wistara.

Ditahun 2017 verifikasi penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat dilaksanakan pada dua kabupaten yaitu kabupaten bangka dan bangka barat yang dimana keduanya meraih penghargaan yang sama, ditahun 2019 kabupaten bangka barat akan kembali untuk meraih Swasti Saba Wistara untuk kedua kalinya.

Inovasi utama yang dikedepankan dalam penilaian ini adalah inovasi Kabupaten Bangka Barat dalam mencegah dan menangani stunting dimana inovasi ini telah pula mendapat penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri pada bulan Juni 2019 de­ngan kategori ‘Terbaik Inovasi
Program’.

Inovasi pencegahan dan penanganan stunting di Kabupaten Bangka Barat secara nyata mampu mengurangi prevalensi stunting di Kabupaten Bangka Barat dimana dari 10 desa prioritas intervensi stun­ting di tahun 2017 per April 2019 hanya tersisa empat desa saja yang memiliki prevalensi stun­ting diatas 20 persen.

“Komitmen kami dalam masalah kesehatan tidak ada tawar menawar saya harap tidak ada lagi masyarakat yang takut untuk berobat karena saya sudah memerintahkan rumah sakit dan puskesmas jangan ada yang menolak pasien dan melayani pasien dengan baik karena saya lihat sekarang sudah membaik dengan bukti kami dapat mempertahankan akreditasi C rumah sakit. Kami targetkan tahun depan Kabupaten Bangka Barat Bebas ODF (Open Defecation Free) di setiap desa dan ini perlu kerjasama dari semua pihak terutama kades dan masyarakatnya apalagi setiap desa memiliki APBDes,” jelas Bupati.

Bupati juga menginginkan Kabupaten Bangka Barat ini menjadi kabupaten pertama di Provinsi Bangka Belitung dalam hal menerapkan PHBS dan Germas.

“Kita juga pernah mendapat penghargaan bebas kaki gajah. Marilah kita bersama teruskan perjuangan dan upaya bersama melaksanakan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Bangka Barat demi terwujudnya Kabupaten Bangka Barat yang bersih, aman, nyaman dan sehat bagi penduduknya,” ucap Bupati.

Sementara itu Tim Verifikasi dari Kemenkes menuturkan penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat sejak tahun 2005 sampai sekarang masih mengacu pada peraturan bersama Kemendagri dan Kemenkes Nomor 34 Tahun 2005 dengan tujuan kabupaten/kota sehat yaitu tercapainya kondisi kabupaten/kota bersih, aman, nyaman dan sehat untuk dihuni dan sebagai tempat bekerja bagi warganya dengan cara terlaksananya berbagai program kesehatan dan sektor lain sehingga dapat meningkatkan sarana produktifitas dan perekonomian masyarakatnya.

Penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat dilakukan melalui berbagai kegiatan pemberda­yaan masyarakat dimana masyarakat ditempatkan sebagai pelaku utama pembangunan forum atau lembaga yang di­sepakati masyarakat dan didukung oleh pemerintah daerah serta difasilitasi dari sektor-sektor terkait yang dibentuk dan dimanfaatkan dalam penyelenggaraan kabupaten/kota sehat sebagai wadah komunikasi dan implementasi program yang telah direncanakan.

Proses pemberian penghargaan Kabupaten/Kota Sehat Tahun 2019 diikuti oleh 202 kabupaten/kota dari 29 provinsi. Proses tersebut telah mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun 2017 yang diikuti 173 kabupaten/kota dari 26 provinsi.

Verifikasi yang dilakukan dua tahun sekali ini bukanlah untuk mencari juara ataupun pemenang namun merupakan verifikasi atas kinerja pemerintah bersama masyarakat dalam melaksanakan pembangunan dengan pendekatan kabupaten/kota sehat sehingga penghargaan bukanlah tujuan akhir dari penyelenggaraan ini namun yang terpenting adalah adanya hubungan kemitraan yang baik antara pemerintah dengan masyarakat dalam melaksanakan pembangunan di daerah.

Kabupaten Bangka Barat tahun ini mengikuti usulan Wistara yang kedua yang mana di tahun 2017 dengan lima tatanan yang terdiri dari tatanan permukiman dan sarana prasarana sehat, tatanan masyarakat sehat yang mandiri, tatanan kawasan pariwisata sehat, tatanan kawasan industri dan perkantoran sehat serta tatanan ketahanan pangan dan gizi dan tahun 2018 ditambah satu yaitu tatanan kehidupan sosial yang sehat total menjadi enam tatanan. Oleh karena itu Tim Verifikasi datang saat ini untuk mengecek kesiapannya, akan tetapi dengan melihat komitmen bupati yang memiliki motivasi dan semangat dalam mendukung bersama OPD dan forumnya, saya yakin verifikasi ini akan berjalan dengan baik.

Hadir dalam acara tersebut Bupati Bangka Barat Markus SH, Hj Noviyawati SE, M.Kes dari Kementerian Kesehatan, Dra Ida Suprianti Malau dari Kementerian Dalam Negeri yang merupakan Tim Verifikasi Lapangan, Plt Kepala BP4D Drs Muhammad Soleh, MAP, Kepala Dinas Keseha­tan drg Achmad Syaifuddin, Ketua Forum Sejiran Setason Sehat Sri Fardiyani beserta seluruh anggota, Tim Pembina Kabupaten/Kota Sehat Tk. Kabupaten Bangka Barat dan Provinsi Kep. Bangka Belitung.               (adv/may)

Penulis: iklan bangkapos
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved