Tangkap Lima Kapal di Perairan Babel, Begini Penjelasan Laksamana Muda Irawan

Ditemukan 21 kasus pelanggaran laut oleh Badan Keamanan Laut (Bakamla) Tahun 2019 di perairan Indonesia.

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Ditemukan 21 kasus pelanggaran laut oleh Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI Tahun 2019 di perairan Indonesia. Namun ungkap kasus terbesar selama Januari-Agustus, dipastikan terjadi di perairan Bangka Belitung (Babel). Hal itu dipastikan oleh Sestama Bakamla RI, Laksamana Muda (Laksda) S Irawan MM.

Berikut penjelasan jenderal bintang dua itu saat konferensi pers di Kapal Bakamla RI di Pelabuhan Tanjunggudang, Belinyu, Kabupaten Bangka, Jumat (23/8/2019) siang. "Kita melaksanakan pers rilis, mengenai penangkapan, penyidikan awal yang dilaksnakan oleh tim yang berwenang. Kemudian kita juga sudah menyerahkan kasus ini kepada pihak Polda Bangka Belitung," kata sang jenderal.

Lima kapal yang dimaksud, terdiri satu kapal timah (KIP) dan empat lainnya kapal SPOB/MT, pensuplai bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.

"Tertangkap Tanggal 18 Agustus 2019, Hari Minggu, setelah hari kemerdekaan. Kemungkinan mereka ini memanfaatkan hari hari libur seperti itu. Pada Tahun 2019, yaitu sebanyak 21 kasus di Indonesia. Namun khusus Bangka Belitung, baru kali ini, baru satu kasus. Dan ini menurut saya yang terbesar loh, lima kapal kita (Bakamla) tangkap dalam satu hari," katanya.

Lalu sebenarnya apa sasaran Opsus Bakamla? Irawan menyebut beberapa target. Namun target utama dipastikan mengenai penyalahgunaan sumber daya alam.

"Semua yang ilegal, yang pertama sumber daya alam ini karena membawa nama Indonesia ini (jadi buruk), kita dirugikan. Berapa banyak kerugian negara Indonesia ini dengan adanya sumber daya alam diolah seperti ini (diduga dioplos)," katanya.

Saat ditanya, apakah Bakamla sudah melakukan pemeriksaan mendalam, termasuk uji laboratorium pada pada barang bukti, khususnya solar yang diduga dipalsukan itu? Irawan sempat tersenyum. "Memang belum dikembangkan, tapi begitu lihat sempel (solar dalam botol) seperti ini bapak-bapak (wartawan) pasti sudah tau (tidak sesuai standar Pertamina)," katanya.

Tonton video konferensi pers Bakamla dan kondisi barang bukti, termasuk video dokumentasi Bakamla saat penangkapan lima kapal yang dimaksud di perairan Bangka Belitung. (bangkapos/ferylaskari)

Penulis: ferylaskari
Editor: Tomi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved