Tangkapan Terbesar Pelanggaran Laut Ada di Perairan Bangka Belitung, Begini Penjelasan Bakamla RI

Namun khusus Bangka Belitung, baru kali ini baru satu kasus. Dan ini menurut saya yang terbesar loh, lima kapal kita (Bakamla) tangkap dalam satu hari

Tangkapan Terbesar Pelanggaran Laut Ada di Perairan Bangka Belitung, Begini Penjelasan Bakamla RI
bangkapos.com/ferylaskari
Suasana konferensi pers di Kapal Bakamla RI di Perairan Pelabuhan Tanjunggudang Belinyu Bangka terkait penangkapan 5 kapal, Jumat (23/8/2019) siang. Jumat (24/8/2019), 

Tangkapan Terbesar Pelanggaran Laut Ada di Perairan Bangka Belitung, Begini Penjelasan Bakamla RI

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sestama Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI, Laksamana Muda (Laksda) S Irawan MM menyatakan, tangkapan terbesar pelanggaran di Laut Indonesia Tahun 2019, hingga Bulan Agustus, terjadi di Perairan Bangka Belitung (Babel).

Sebab dalam satu hari, lima kapal berhasil diamankan Bakamla.

Berikut penjelasan jenderal bintang dua itu saat konfrensi pers di Kapal Bakamla RI di Perairan Pelabuhan Tanjunggudang Belinyu Bangka, Jumat (23/8/2019) siang.

"Kita melaksanakan pers rilis, mengenai penangkapan, penyidikan awal yang dilaksanakan oleh tim yang berwenang. Kemudian kita juga sudah menyerahkan kasus ini kepada pihak Polda Bangka Belitung," kata sang jenderal.

Lima kapal yang dimaksud, terdiri satu kapal timah (KIP) dan empat lainnya kapal SPOB/MT, pensuplai bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.

"Tertangkap Tanggal 18 Agustus 2019, Hari Minggu, setelah hari kemerdekaan. Kemungkinan mereka ini memanfaatkan hari hari libur seperti itu ," katanya.

Ungkap kasus serupa oleh Bakamla sebelumnya pernah terjadi di daerah lain pada Tahun 2019, yaitu sebanyak 21 kasus.

"Namun khusus Bangka Belitung, baru kali ini, baru satu kasus. Dan ini menurut saya yang terbesar loh, lima kapal kita (Bakamla) tangkap dalam satu hari," katanya.

Lalu sebenarnya apa sasaran Opsus Bakamla? Irawan menyebut beberapa target. Namun target utama dipastikan mengenai penyalah gunaan sumber daya alam.

"Semua yang ilegal, yang pertama sumber daya alam ini karena membawa nama Indonesia ini (jadi buruk), kita dirugikan. Berapa banyak kerugian negara Indonesia ini dengan adanya sumber daya alam diolah seperti ini (diduga dioplos)," katanya.

Saat ditanya apakah Bakamla sudah melakukan pemeriksaan mendalam, termasuk uji laboratorium pada pada barang bukti, khususnya solar yang diduga dipalsukan itu? Irawan sempat tersenyum.

"Memang belum dikembangkan, tapi begitu lihat sempel (solar dalam botol) seperti ini bapak-bapak (wartawan) pasti sudah tau (tidak sesuai standar Pertamina)," katanya

Penulis: ferylaskari
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved