Kriminalitas

Terima SK Gubernur Palsu, Korban Penipuan Honor Pemprov Lapor ke Polda Babel

Kedua pejabat tersebut mendorong dan meminta korban untuk melaporkan ke Polda Kepulauan Bangka Belitung.

Terima SK Gubernur Palsu, Korban Penipuan Honor Pemprov Lapor ke Polda Babel
Bangkapos.com/Deddy Marjaya
Korban penipuan masuk honorer Pemprov Kepulauan Bangka Belitung usai melaporkan ke SPKT Polda Kepulauan Bangka Belitung Jumat (23/8/2019). 

BANGKAPOS.COM-- Terkait penipuan masuk menjadi Honorer Pemprov Kepulauan Bangka Belitung yang dialami oleh warga sejumlah daerah di Kabupaten Bangka dan Kota Pangkalpinang menjadi atensi dari Ģubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman dan Kapolda Brigjen Pol Istiono. 

Kedua pejabat tersebut mendorong dan meminta korban untuk melaporkan ke Polda Kepulauan Bangka Belitung.

Terkait hal tesebut empat korban berasal dari Warga Kace Kecamatan Mendobarat Kabupaten Bangka Jumat (23/8/2019) resmi membuat laporan ke Polda Kepulauan Bangka Belitung.

"Saya mendampingi empat korban warga Kace yang jadi korban penipuan masuk honorer Pemprov Kepulauan Bangka Belitung," kata Karta, Tokoh Masyarakat Kace ditemui Bangkapos.com usai melapor.

Suwandi (29) salah satu korban mengatakan bahwa dirinya tertarik menjadi honorer Sat Pol PP setelah mendengar kerabatnya akan masuk dengan membayar uang pelicin. Kemudian diperkenalkan kepada Tyo yang mengaku bisa memasukkan sebagai honorer.

"Jadi saya kenal dari kerabat yang juga jadi korban penipuan dua kali saya ketemu Tyo kemudian meminta sejumlah persyaratan," kata Suwandi

Suwandi menambahkan bahwa Tyo meminta uang yang totalnya mencapai Rp 18 juta. Iang tersebut ditransfer 3 kali ke tiga rekening berbeda. Dirinya juga mendapatkan SK pengangkatan honorer di Satpol PP ditandatangani oleh Gubernur Erzaldi Rosman.

Belakangan SK tersebut dipastikan palsu. Padahal untuk mendapatkan uang tersebut Suwandi mengaku meminjam uang ke bank dengan cara menjalankan surat tanah orangtuanya.
"Totalnya 18 juta tiga kali transfer ke rekening berbeda uangnya dapat dari minjam di bank gadai surat tanah orangtua," kata Suwandi.

Sementara Saparudin (50) korban lainnya mengatakan bahwa dirinya tertipu sebesar Rp 40 juta agar anak dan menantunya bisa masuk sebagai honorer di Pemprov Kepulauan Bangka Belitung.

Setelah dihubungkan dengan Tyo kemudian dijanjikan akan dimasukkan sebagai honorer di Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
"Diminta Rp 20 juta 1 orang jadi saya setor Rp 40 juta untuk anak dan menantu," kata Saparudin.

Seperti diketahui ada 27 orang warga jadi korban penipuan dari wilayah Kace dan Petaling di Kecamatan Mendo Barat serta sebagian warga Pangkalpinang.

Mereka dijanjikan bisa masuk sebagai tenaga honorer di sejumah intansi di Pemprov Kepulauan Bangka Belitung. Bahkan untuk meyakinkan korban, pelaku utama yakni Tyo mengeluarkan SK dari Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman yang diduga palsu.

Sebelumnya juga 10 orang korban penipuan sempat mendatangi Polsek Mendobarat berkonsultasi. Pihak polsek menganjurkan untuk melapor kepolda karean baik barang bukti, saksi dan korban diwilayah dua Polres yakni Polres Pangkalpinang dan Polres Bangka. (Bangkapos.com/Deddy Marjaya)

Penulis: deddy_marjaya
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved