Berita Sungailiat

Terpidana Korupsi Pipa PDAM Fiktif Setor Denda Rp 200 Juta ke Jaksa

Terpidana kasus korupsi Pipa PDAM Fiktif Tahun 2019 bayarkan denda Rp 200 Juta ke Kejaksaan Negeri Bangka di Sungailiat

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka di Sungailiat , berhasil menyelamatkan uang negara sekitar Rp 2,5 Miliar. Uang tersebut dikembalikan oleh para terpidana kasus korupsi, perkara Tahun 2019 tentang pemasangan fiktip pipa PDAM di Merawang Bangka.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus), Kejari Bangka, Aditia Sulaeman ditemui di ruang kerjanya, Kamis (22/8/2019) memastikan uang tersebut sudah mereka terima.

"Saya sampaikan bahwa pengembalian uang denda atas nama Terpidana Judas Swara (alias Aloi) pembayaran denda Rp 200 juta," kata Aditia memastikan telah menerima uang itu.

Uang serupa juga sebelumnya, Tahun 2019 telah diterima oleh Pidsus Kejari Bangka dalam perkara Tipikor yang sama. "Sebelumnya Terpidana Ir Abdurroni dan Terpidana Mulyanto masing-masing Rp 200 Juta sudah kita terima Tanggal 21 Juli 2019," katanya.

Tak hanya itu, sebelumnya pada Tahun 2019, usai vonis perkara ini, Pidsus Kejari Bangka juga menerima pengembalian uang pengganti dari Terpidana M Riffani Kamil alias Pepen sekitar Rp 1,9 Miliar.

"Yaitu uang pengganti Rp 1,9 Miliar dari Riffani, sehingga total yang Kejaksaan Negeri Bangka selamatkan sekitar Rp 2,5 Miliar," kata Aditia.(ferylaskari).

Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka dipastikan telah menyetor uang, total Rp 2,5 Miliar ke kas negara melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Sungailiat. Uang tersebut merupakan uang denda dan uang pengganti yang diserahkan oleh pihak terpidana kasus korupsi perkara proyek pemasangan fiktip pipa PDAM di Merawang Bangka.

"Bahwa mereka masing-masing Terpidana Ir Abdurroni, Terpidana Mulyanto, Terpidana Riffani Kamil dan Terpidana Judas Swara (Aloi), telah divonis masing-masing empat tahun penjara, beberapa waktu lalu pada Tahun 2019," kata Kepala Kejari Bangka, R Jeffry Huwae diwakili Kasi Pidsus Aditia Sulaeman, Kamis (22/8/2019).

Putusan Majelis Hakim Tipikor Pangkalpinang ketika itu tak hanya menjatuhkan vonis penjara pada 'pemain proyek' di Kabupaten Bangka ini, namun juga mengharuskan terpidana membayar uang denda dan uang pengganti, yang totalnya sekitar Rp 2, 5 Miliar. "Uang ini kita setorkan ke kas negara, melalui BRI," tegasnya. (*)

Penulis: ferylaskari
Editor: ibnu Taufik juwariyanto
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved