Berita Sungailiat

Tunggu Penyerahan Aset dari Kementerian, Rusunawa yang Selesai Dibangun 2018 Belum Bisa Ditempati

Belum dilaksanakanya serah terima aset Rusunawa dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ke Pemkab Bangka

Tunggu Penyerahan Aset dari Kementerian, Rusunawa yang Selesai Dibangun 2018 Belum Bisa Ditempati
Bangkapos.com/Riki Pratama
Rusunawa yang berada di Jalan Nelayan II Kecamatan Sungailiat foto diambil beberapa waktu lalu. 

BANGKAPOS.COM-- Belum dilaksanakanya serah terima aset Rusunawa dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ke Pemkab Bangka menjadi alasan belum ditempatinya rusun tersebut.

Dinas Perumahaan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Pemkab Bangka saat ini masih menuggu terkait pelaksanaan terima aset Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) yang berada di Nelayan II, Kecamatan Sungailiat.

Sampai saat ini belum satupun ruang rusun yang ditempati karena masih menunggu proses serahterima aset dari Kementerian PUPR ke Pemkab Bangka.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kotaku Bangka, Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan, Pemkab Bangka, Edy Yuanto, menjelaskan, saat ini masih tahapan proses serahterima aset Rusunawa tersebut.

"Belum, sekarang lagi tahapan proses serahterima aset dan pengelolaan dari pemerintah pusat Kementrian PUPR ke daerah Kabupaten Bangka,"ungkap Edy kepada Bangkapos.com, Jumat (23/8/2019).

Terkait kapan Rusunawa itu, ditempatkan Edy belum bisa memastikan diharapkan adminitrasi bisa secepatnya diselesaikan sehingga bisa terrealisasikan.

"Mudah mudahan segera terealisasi, mudah-mudahan segera, bila administrasi sudah siap," tegasnya.

Ketua DPRD Kabupaten Bangka, Parulian, mengharapkan secepatnya Rusunawa yang berada di Lingkungan Nelayan Dua tersebut diisi oleh warga, jangan sampai bangunan yang telah dibangun dengan uang negara tersebut terbiarkan kosong.

"Rusunawa sudah seharusnya di fasilitasi pemerintah, silakan untuk ditempati, karena sudah banyak anggaran telah dikucurkan, tawarkanlah kepada orang seputar situ agar mereka punya rumah yang layak, dan sehat, sosialisasikanlah," ungkap Parulian.

Ia mencontohkan, kalau di daerah DKI gedung seperti rusunawa tersebut banyak dicari, serta ditempatkan oleh warga yang tidak memiliki rumah.

"Tentukanlah berapa bayar, berapa sewa dari pada tidak dipergunakan akhirnya mubazir, rusak, maka tawarkanlah, banyak orang tidak mampu, sekitaran kampung nelayan, lingkungan disitu sangat padat, kita meminta secepatnya diisi, karena kita lihat masih banyak warga yang tidak punya rumah saat ini,"tegas Parulian.

Untuk diketahui, sebanyak 42 unit ruang terdapat di rusunawa yang berada di Kampung Nelayan 2, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka. Rusunawa tersebut telah selesai dibangun oleh pemerintah daerah pada tahun 2018 lalu dengan anggaran dari APBN.

Kondisi rusunawa sendiri terlihat masih baru, dari lantai, cat dinding, serta material gedung lainya yang masih mengkilat. Namun belum ada satupun warga yang tinggal di rusun tersebut, karena masih dalam proses.

Di dalam rusunawa tersebut terdapat fasilitas listrik, air bersih, fasilitas umum, parkir, lalu bangunanya sesuai standar dan terdapat 42 unit ruang yang bisa ditinggali warga, sementara untuk harga sewa, belum ditentukan, karena masih menunggu kesepakan bersama. (Bangkapos.com/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved