Berita Pangkalpinang

Bangka Kota Jadi Peserta Terakhir di Finish Pawai Pangkalpinang Setelah Magrib

Regu bernomor 5044 mencapai lokasi finish pukul 18.45 WIB. Regu ini sudah bersiap di Alun-alun Taman Merdeka sejak pagi 09.00 WIB

Bangka Kota Jadi Peserta Terakhir di Finish Pawai Pangkalpinang Setelah Magrib
bangkapos.com/Bryan Bimantoro
Regu dari Bangka Kota saat selesai berjalan di acara pawai dan karnaval pembangunan tingkat SD-Umum di Pangkalpinang pada Sabtu, (24/8/2019). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- "Aaaa eeee aaaa eeeee, Semangaatt semangaatt"

Pekikan itu muncul ketika Bangka Kota melewati lokasi finish sekaligus menjadikan regu ini sebagai regu terakhir. Sesekali mereka bernyanyi untuk membunuh rasa letih. Gelora semangat mereka membuat masyarakat yang masih menonton ikut menyoraki regu mereka "aaaa eeeee!"

Regu bernomor 5044 ini mencapai lokasi finish pukul 18.45 WIB. Juru bicara regu, Ipan Saputra mengatakan regunya sudah bersiap di Alun-alun Taman Merdeka sejak pagi pukul 09.00 WIB.

"Capek sih, cuma kami tetap bangga bisa memeriahkan pawai dan karnaval pembangunan tahun ini," tukas Ipan saat ditemui bangkapos.com sambil mengelap keringatnya pada Sabtu, (24/8/2019).

Walaupun finish terakhir, rasa letihnya sirna karena pesan dari Gubernur Kepulauan Bangka Belitung.

"Pak Gubernur tadi bilang, 'Bangka Kota bagus. Semoga terus berprestasi'. Walaupun hanya begitu bagi kami itu memberi semangat kepada kami," semangat Ipan.

Bangka Kota mengangkat tema 'Mari Kita Tingkatkan Sektor Pertanian di Bidang Pangan Menuju SDM yang Lebih Unggul di Bumi Junjung Besaoh'. Ipan dan regunya mengangkat tema ini karena panennya yang terakhir gagal.

"Panen padi kami gagal karena serangga sawah. Jadi kami bikin tema ini dan mengaktualisasikannya menjadi serangga besar ini tujuannya untuk diperhatikan dari Gubernur," ucapnya.

Semangat untuk memperingati hari kemerdekaan membuat warga Bangka Kota bergotong royong tenaga maupun biaya untuk acara pawai dan karnaval pembangunan ini.

Terlihat replika serangga besar berwarna hijau dengan panjang sekitar tiga meter dan tinggi dua meter menjadi ikon mereka pada pawai tahun ini. Serangga ini dibopong oleh lima pemuda desa Bangka Kota. Belasan ibu-ibu di belakang barisan juga terlihat membawa beberapa hasil tani desa mereka.

Menurut Ipan, setelah ini ia dan regunya langsung pulang ke Bangka Kota yang mereka tempuh selama lebih kurang dua jam. 

(bangkapos.com/BryanBimantoro)

Penulis: Maggang (mg)
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved