Buka Rakor PPKL se Babel, Ini Pesan Kadis KUKM

PPKL yang memiliki binaan koperasi sawit harus bina koperasi tersebut agar koperasi sawit bisa bermitra dengan perusahan atau pabrik sawit

Buka Rakor PPKL se Babel, Ini Pesan Kadis KUKM
Dinas KUMKM/Anto
Rakor PPKL se Babel di Sahid Hotel Pangkalpinang, Senin (26/08/19). 

BANGKAPOS.COM - Kadis Koperasi dan UKM Prov Kep Bangka Belitung menyatakan Petugas Penyuluh Koperasi Lapangan (PPKL) merupakan perpanjangan tangan dari Dinas Koperasi dan UKM dilapangan. Oleh sebab itu, PPKL wajib ikut mendorong koperasi untuk membangun kemitraan, mempromosikan produk koperasi dan menyerap kredit usaha kecil (KUR).

"PPKL harus aktif dan ikut mendorong koperasi untuk bermitra dengan usaha lain. Selain itu koperasi harus didorong agar aktif mamasarkan produknya serta mampu menyerap KUR," katanya saat membuka rakor PPKL se Babel di Sahid Hotel Pangkalpinang, Senin (26/08/19).

Rakor PPKL ini diikuti seluruh PPKL di Babel, koordinator atau pembina PPKL Kab/Kota dan beberapa pejabat eselon di Dinas Koperasi dan UKM. Adapun jumlah PPKL se Babel sebanyak 31 orang, yang terdiri dari 25 orang PPKL dari dana APBN dan 6 orang dari dana APBD Provinsi.

Kadis KUKM menegaskan bahwa PPKL harus mengetahui program kerja dinas koperasi dan UKM dengan baik, agar pembinaan kekoperasi diwilayah dapat berjalan dengan baik.

Contohnya, program kemitraan antara koperasi dan perusahan pabrik CPO. Dijelaskannya, koperasi sawit bisa masuk ke perusahaan dan ini sudah ada kerjasama koperasi dan perusahaan.

"PPKL yang memiliki binaan koperasi sawit harus bina koperasi tersebut agar koperasi sawit bisa bermitra dengan perusahan atau pabrik sawit," jelasnya.

Selain itu, Ia juga menginginkan agar koperasi di Babel mulai mengikuti even-even yang ada guna mempromosikan produknya.

"Dinas menargetkan mulai tahun 2020, koperasi harus aktif mempromosikan produk dan hadir dalam berbagai event. Ini salah satu peran dari PPKL," ujarnya.

PPKL juga harus mendorong koperasi untuk bisa menyerap dan KUR. Dana ini telah disediakan dan disalurkan melalui perbankan. Tugas PPKL, mendampingi koperasi agar bisa menyerapkan dana KUR untuk memajukan usaha koperasi dan mensejahterakan anggotanya.

"Pemodal tidak lagi menjadi kendala karena ada KUR. Nah, PPKL harus dampingi koperasi untuk ikut KUR. Koperasi harus menyerap KUR," kata Kadis KUKM.

Terkait kelembagaan, Hj Elfiyena kembali menegaskan bahwa PPKL harus terus mendampingi dan mengingatkan koperasi tentang RAT dan persus (peraturan khusus). Koperasi yang ada harus membuat persus dan melengkapinya dengan buku 16.

"PPKL harus berani jelaskan manfaat koperasi dan aturan yang berlaku dalam perkoperasian. Dorong mereka (koperasi, red) untuk taat aturan, RAT tepat waktu dan memiliki persus," pungkasnya.

(Dinas KUMKM/Anto)

Penulis: Iklan Bangkapos
Editor: khamelia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved