Berita Pangkalpinang

Dinsos Provinsi Babel Tidak Tahu Siapa Tony Wen

Dinas Sosial Provinsi Bangka Belitung belum pernah mengajukan nama Tony Wen untuk menjadi seorang pahlawan nasional.

Dinsos Provinsi Babel Tidak Tahu Siapa Tony Wen
(Muhammad Rizki/R1)
Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Bangka Belitung (Babel) Ria M Situngkir 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Bangka Belitung (Babel) Ria M Situngkir mengatakan, Dinas Sosial Provinsi Bangka Belitung belum pernah mengajukan nama Tony Wen untuk menjadi seorang pahlawan nasional.

Bahkan Ria pun mengaku jika ia dan staffnya tidak mengenali nama seorang Tony Wen, menurutnya Tony Wen berbeda dengan Depati Amir dan H.A.S Hanandjoeddin yang menurutnya track record perjuangannya terekam jelas.

Ia juga mengatakan ada beberapa persyaratan pengajuan untuk menjadi seorang pahlawan nasional, seperti hasil-hasil perjuangan dan bukti perjuangan pahlawan tersebut.

"Seperti yang Depati Amir, kita sampai mencari perjuangannya sampai ke negeri Belanda," ujar Ria, Senin (26/8) kepada Bangkapos.com

Dinsos Kabupaten Bangka juga, yang notabene menjadi tempat lahir Tony Wen belum pernah sekali pun mengajukan Tony Wen untuk menjadi seorang pahlawan nasional. Dan Dinsos provinsi hanya mengakomodir usulan dari Dinsos kabupaten/kota.

Selain itu slot untuk penetapan pahlawan nasional dari Kementrian Sosial menurutnya setiap tahun itu sangat terbatas, paling banyak setiap tahun kemensos hanya menetapkan 12 orang pahlawan nasional.

Dan pahlawan asal Babel yang sudah ditetapkan menjadi pahlawan nasional sejauh ini hanya satu pahlawan saja, yaitu Depati Amir. Sedangkan H.A.S Hanandjoeddin belum lolos verifikasi, dan tahun depan Dinsos akan kembali mengajukan H.A.S Hanandjoeddin memjadi seorang pahlawan nasional.

"Karena kesempatan pengajuan hanya dua kali, H.A.S Hanandjoeddin kan sudah satu kali, nah pengajuan kali ini harus hati-hati. Karena kalau tidak lolos lagi sudah tidak ada lagi kesempatan," ujarnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan perbedaan sebelum dan sesudah menjadi pahlawan adalah makam seorang pahlawan nasional akan dijaga dengan wewenang kemensos. Seperti makam Depati Amir di NTT, yang biaya honor penjaga makam tersebut ditanggung oleh Dinsos Provinsi Babel.

Dan bagi keluarga yang ditinggalkan akan mendapatkan kompensasi sebesar Rp 50 juta untuk istri pahlawan nasional tersebut.

Masih ada kesempatan bagi Tony Wen untuk diajukan sebagai seorang pahlawan nasional, hanya saja Dinsos Provinsi Babel masih menunggu pengajuan tersebut dari Dinsos Kabupaten Bangka.

"Jika Kabupaten Bangka mengajukan ya akan kita ajukan, sepert H.A.S Hanandjoeddin yang diajukan oleh Belitung ya kita ajukan ke pusat. Asal memenuhi syarat," pungkas Ria.

(Bangkapos/Muhammad Rizki/R1)

Penulis: Muhammad Rizki
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved