Isu Iuran BPJS Kesehatan Naik dan Bekerjasama dengan Asuransi dari Cina, Menteri Luhut Klarifikasi

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, belum ada satu pun kerja sama yang disepakati antara Ping An Insurance

Isu Iuran BPJS Kesehatan Naik dan Bekerjasama dengan Asuransi dari Cina, Menteri Luhut Klarifikasi
tribun singkawang
Warga mengantre pelayanan di Kantor BPJS Kesehatan, Jl Firdaus, Singkawang, Senin (12/10/2015). 

Kabar Iuran BPJS Kesehatan Naik dan Bekerjasama dengan Asuransi dari Cina, Menteri Luhut Klarifikasi

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Dua isu terkait BPJS Kesehatan akhir-akhir ini menjadi pembahasan publik. Mulai dari rencana kerja sama dengan asuransi asal China hingga kabar kenaikan iuran BPJS Kesehatan.

Benarkah kabar yang beredar tersebut merupakan fakta?

Soal isu kerja sama dengan lembaga asuransi dari China, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan fakta sebenarnya.

Ia mengatakan, belum ada satu pun kerja sama yang disepakati antara Ping An Insurance dan pemerintah dalam hal ini Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Ia menjelaskan, hal ini bemula dari pertemuannya dengan salah satu pemimpin Ping An Insurance di salah satu acara saat kunjungannya ke Cina pada bulan lalu.

"Dari perbincangan tersebut terungkap perusahaan asuransi berbasis daring ini menggunakan teknologi kecerdasan buatan dan telah sukses membantu efiensi bisnis mereka. Perusahaan publik ini memelopori menggunakan sistem manajemen kesehatan berbasis teknologi di 282 kota di Cina," ujar Luhut dalam keterangan tertulisnya, Minggu (25/8/2019).

"Menurut mereka, layanan ini telah dimanfaatkan lebih dari 403 juta orang. Pada pembicaraan tersebut pihak Ping An menyampaikan beberapa saran yang bisa dilakukan oleh BPJS untuk mengatasi defisitnya yang diperkirakan mencapai Rp 28,4 triliun," sambungnya.

Menurut Luhut, saat itu ia menyarankan agar pihak Ping An bertemu langsung dengan lembaga tersebut untuk membicarakan apa saja yang bisa diterapkan atau ditingkatkan lagi untuk memperkecil defisit BPJS yang jumlah pesertanya saat ini mencapai lebih dari 222 juta.

Ia berharap perusahaan ini bersedia berbagi pengalaman mereka yang telah sukses mengelola asuransi kesehatan bagi peserta yang jumlahnya lebih banyak dari peserta BPJS.

Halaman
1234
Penulis: Teddy M (tea)
Editor: teddymalaka
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved