Sosialisasi Program Bupati Markus Penting Agar Masyarakat Tahu

Bupati Bangka Barat Markus SH dalam berbagai kesempatan tatap muka dengan warga, selalu mensosialisasikan berbagai terobosan inovatif

Sosialisasi Program Bupati Markus Penting Agar Masyarakat Tahu
Ist/Humas Pemkab Bangka Barat
Bupati Bangka Barat, Markus SH. 

MUNTOK - Bupati Bangka Barat Markus SH dalam berbagai kesempatan tatap muka dengan warga, selalu mensosialisasikan berbagai terobosan inovatif yang sedang dan akan diwujudkan Pemkab Bangka Barat di bawah kepemimpinannya menuju Bangka Barat Hebat.

Markus menyebut, sosialisasi ini penting agar masyarakat tahu terobosan yang dilakukan pemerintah saat ini dan ke depan.

"Kenapa sosialisasi program-program, terobosan-terobosan, dan inovasi kita penting? Tujuannya supaya masyarakat tahu. Jangan sampai ada program yang langsung menyentuh masyarakat tapi karena sosialisasi kurang, lalu rakyat tidak tahu,” kata Bupati Markus, Minggu (25/8).

Sebelumnya, saat menghadiri HUT ke-15 Kelurahan Kelapa pada 15 Agustus dan pada acara Malam Hiburan Rakyat 24 Agustus 2019, Bupati Markus menyampaikan terobosan-terobosan progresif Pemkab Bangka Barat meski baru 5 bulan lebih menjabat Bupati.

"Pada tahun 2020 nanti, Pemda Bangka Barat akan mengcover 45.000 jiwa masyarakat Babar yang saat ini belum terdaftar sebagai peserta JKN-KIS. Jadi nanti warga silakan daftar kalau belum punya BPJS kesehatan sehingga saat sakit tak perlu lagi takut berobat. Kita juga mendorong agar Bangka Barat segera UHC," jelas Markus.

Selain program BPJS untuk warga, Pemkab Bangka Barat juga terus fokus meningkatkan instrumen investasi. Sebab, jika banyak industri berada di suatu daerah maka ekonomi sekitarpun akan menggeliat.

"Kita optimis bahwa jika niat pemimpinnya baik maka akan dimudahkan jalannya. Tahun 2020 nanti, jika tidak ada halangan akan dibangun pabrik hilirisasi industri minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) serta produk turunannya di Tanjung Kalian. Saya ingin ekonomi Babar hidup, ramai," jelas Bupati Markus.

Politisi PDI Perjuangan itu juga menjelaskan, bakal dibangun pelabuhan di Tanjung Ular oleh Kementrian Perhubungan dengan nilai investasi sekitar Rp. 97 miliar.

Selain itu, dalam bidang pendidikan, Pemkab Bangka Barat juga telah menjalin kerjasama Akademi Komunitas Presiden (AKP) milik Jababeka group untuk meningkatkan kualitas SDM generasi muda Babar lewat pendidikan vokasi.

Selanjutnya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas lingkungan yang sehat dalam rumah tangga, Pemkab Bangka Barat menargetkan bebas Open Defecation Free (ODF) tahun depan.

"Ini kepedulian kita terhadap kesehatan warga. Saya harap tidak ada lagi masyarakat kita BAB sembarangan. Semua harus punya jamban, jangan sampai ada warga yang tidak punya. Mohon dukungan para perangkat desa dan partisipasi masyarakat," tutupMarkus.

Editor: Evan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved