Breaking News

Warga dan LSM Sambangi DPRD Bangka Belitung Tolak Penghapusan Wilayah Tambang

Masyarakat bersama LSM, dan asosiasi tambang asal Jebus, Tempilang, Parit tiga, dan Belitung Timur pagi hari ini datang menyambangin kantor DPRD

Warga dan LSM Sambangi DPRD Bangka Belitung Tolak Penghapusan Wilayah Tambang
bangkapos.com/Muhammad Rizki
Audiensi Masyarakat Bangka Barat dan DPRD Babel. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA  - Sejumlah masyarakat bersama LSM, dan asosiasi tambang asal Jebus, Tempilang, Parit tiga, dan Belitung Timur pagi hari ini datang menyambangin kantor DPRD Provinsi Bangka Belitung (Babel) untuk menyampaikan aspirasi mereka terkait penolakan penghapusan wilayah tambang di daerah masing-masing.

Kedatangan warga tersebut disambut langsunh oleh Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung Didit Srigusjaya, yang didampingi oleh Ketua Pansus RZWP3K Adet Mastur.

Mewakili masyarakat dalam penyampaiannya Ketua Asosiasi Tambang Rakyat Daerah (ASTRADA) Ali Hartono mengatakan jika, mereka menyambangi DPRD dikarenakan mereka menolak jika raperda zonasi ini menghapus pertambangan di laut.

Menurutnya 80 persen warga dari Bangka Barat khususnya Parit Tiga menggantungkan hidupnya dari aktivitas pertambangan laut, dikarenakan ongkos untuk penambangan darat menurutnya sangat tinggi.

Ia juga menyampaikan jika masyarakat yang melakukan aktivitas tambang tidak pernah bersinggungan dengan para nelayan, dikarenakan nelayan bisa menjual hasil tangkapannya kepada penambang dengan harga yang mahal.

Ia mengatakan jika harga timah turun saja para penambang yang menjerit, terlebih lagi jika pertambangan dihapuskan oleh raperda RZWP3K ini.

"Intinya kami menolak, kami tau mana batasan buat menambang. Contohnya daerah Bakit yang merupakan daerah nelayan itu tidak diganggu penambang, seperti Pantai Siangau daerah wisata gak pernah ada aktivitas tambang disitu. Artinya maaf tanpa raperda ini pun kita sudah menyadari," ujar Ali, Senin (26/8) kepada bangkapos.com

Sehingga ia mengatakan jika daerah yang memang sudah dari puluhan tahun tersebut ditambang, agar bisa terus ditambang oleh warga.

Kedepannya warga akan terus mengawal dan menunggu hasil dari pansus RZWP3K ini, dan warga pun berharap agar raperda yang sedang digodok ini tidak akan menjadi perda yang disahkan.

"Ini kan baru rencana atau baru raperda, jangan sampai rencana ini menjadi kenyataan. Ini repot," pugkas Ali.

(bangkapos.com/Muhammad Rizki)

Penulis: Muhammad Rizki
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved