Apa Itu Kebiri? Hukuman yang Dijatuhkan pada Pemerkosa 9 Anak di Mojokerto, Cek di Sini

Beberapa waktu lalu masyarakat dibuat heboh dengan pemerkosaan 9 anak di Mojokerto. Setelah melalu pemeriksaan detail, akhirnya Korban dikenakan

Apa Itu Kebiri? Hukuman yang Dijatuhkan pada Pemerkosa 9 Anak di Mojokerto, Cek di Sini
Kolase GridHype.ID
Aris, Pedofilia Asal Mojokerto Jadi Orang Pertama yang Dijatuhi Hukuman Kebiri di Indonesia Usai Cabuli 9 Anak. Apa Itu Kebiri? Hukuman yang Dijatuhkan pada Pemerkosa 9 Anak di Mojokerto, Cek di Sini 

Apa Itu Kebiri? Hukuman yang Dijatuhkan pada Pemerkosa 9 Anak di Mojokerto, Cek di Sini

BANGKAPOS.COM - Beberapa waktu lalu masyarakat dibuat heboh dengan pemerkosaan 9 anak di Mojokerto.

Setelah melalu pemeriksaan detail, akhirnya Korban dikenakan hukuman kebiri. 

Apa itu Kebiri Kimia dan seperti apa cara kerjanya? Cek lengkapnya di sini:

Pertama di Mojokerto, seorang pelaku pemerkosaan terhadap 9 anak di Mojokerto dikenai hukuman kebiri.

Apa Itu Kebiri Kimia, Hukuman yang Dijatuhkan untuk Pemerkosa 9 Anak di Mojokerto, Cek Cara Kerja1
Apa Itu Kebiri Kimia, Hukuman yang Dijatuhkan untuk Pemerkosa 9 Anak di Mojokerto, Cek Cara Kerja1 (Tribunnews)

Diberitakan Kompas.com, Muh Aris (20), seorang tukang las asal Dusun Mengelo, Desa Sooko, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, menjadi terpidana pertama yang harus menjalani hukuman kebiri kimia setelah terbukti melakukan perkosaan terhadap 9 anak.

Ia melakukan aksinya sejak tahun 2015 dan baru diringkus polisi pada 26 Oktober 2018.

Awalnya, Aris "hanya" dikenai hukuman kurungan 12 tahun penjara dan denda Rp 100 juta, subsider 6 bulan kurungan.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto, Nugroho Wisnu mengungkapkan, jaksa sebenarnya tidak menyertakan hukuman kebiri dalam tuntutan.

Munculnya hukuman kebiri merupakan pertimbangan dan keputusan para hakim di Pengadilan Negeri Mojokerto.

Nugroho Wisnu mengungkapkan, putusan pidana 12 tahun kurungan dan kebiri kimia terhadap Aris sudah inkrah berdasarkan putusan Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya.

Vonis hukuman pidana bagi predator anak itu tertuang dalam Putusan PT Surabaya dengan nomor 695/PID.SUS/2019/PT SBY, tertanggal 18 Juli 2019. Putusan itu menguatkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto.

Halaman
1234
Editor: Evan
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved