Berita Sungailiat

Ternyata OTD Ini Diamuk Massa di Riausilip Bangka karena Curi Jam Tangan

Kapolsek Riausilip Iptu Suhendra akhirnya memberikan penjelasan rinci soal kasus pencurian berbuntut amuk massa di Desa Mapur Kecamatan Riausilip

Ternyata OTD Ini Diamuk Massa di Riausilip Bangka karena Curi Jam Tangan
DHONI SETIAWAN/KOMPAS IMAGES Ilustrasi
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kapolsek Riausilip Iptu Suhendra, Selasa (27/8/2019) akhirnya memberikan penjelasan rinci soal kasus pencurian berbuntut amuk massa di Desa Mapur Kecamatan Riausilip Bangka dua malam lalu. Pelaku diduga bukan bermaksud mencuri lada kering dalam rumah, namun mencuri sebuah arloji atau jam tangan.

"Namanya (pelaku) RO (inisial), Warga Sekayu (Sumsel)," kata Kapolsek.

Diduga tersangka pelaku masuk ke dalam rumah warga di Desa Mapur Kecamatan Riausilip, Minggu (25/8/2019) malam melalui cara memanjat tembok rumah. Pada bagian tembok rumah tersebut tidak dipasangi atap asbes sehingga pelaku leluasa melakukan aksinya.

Namun sayang, aksi pelaku dipergoki warga atau si pemilik rumah. Pelaku dikepung dan berhasil ditangkap.

"Yang dicurinya sebuah jam tangan, dilakukan dengan cara memanjat tembok rumah yang tidak dipasang asbes atau atap dan setelah ditangkap warga pelaku diamankan di Polsek Riausilip untuk dilakukan penyelidikan," katanya.

Sementara itu malam sebelumnya, Minggu (25/8/2019), bangkapos.com menerima informasi seorang pria tak dikenal (OTD), diamuk massa. Pria tersebut dipergoki saat masuk ke dalam sebuah rumah warga di Desa Mapur Kecamatan Riausilip Bangka. Diduga pria ini mau mencuri lada kering simpanan pemilik rumah. Namun naas, aksinya ketahuan tuan rumah, lalu terduga pelaku dihakimi warga beramai-ramai, Minggu (25/8/2019) malam.

"Malam ini. ada pencuri ditangkap. Belum diketahui identitas pelaku. Yang saya dengar pelaku masuk ke rumah orang Cina (warga etnis) di Desa Mapur. Pelaku mau curi sahang (lada) tapi ketahuan lalu ditangkap dan sekarang diserahkan ke Polsek Riausilip," kata KR (38), warga si pemberi informasi seraya mengirim foto pelaku saat dikepung warga di Desa Mapur, Minggu (25/8/2019) malam.

Kabar penangkapan terduga pencuri di desa itu bahkan sempat disebarluaskan warga ke media sosial. Warga menyayangkan situasi pencurian yang kembali marak terjadi di saat perekonomian daerah sedang terpuruk.

"Gawat..dak aman agik Bangka men cem ni (gawat kalau begini Bangka bisa tidak aman lagi -red)" keluh warga. Sayangnya ketika itu, Kapolsek belum langsung memberikan penjelasan rinci.

(bangkapos.com/Fery Laskari)

Penulis: ferylaskari
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved