Berita Pangkalpinang

Tidak Ingin Konsumen Dirugikan, Disperindag Babel Gelar Edukasi Perlindungan Konsumen

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bangka Belitung (Babel), mengadakan kegiatan Rencana Aksi Perlindungan Konsumen

Tidak Ingin Konsumen Dirugikan, Disperindag Babel Gelar Edukasi Perlindungan Konsumen
Ist/Disperindag Babel
Kegiatan Rencana Aksi Perlindungan Konsumen yang dilaksanakan, Selasa (27/8/2019) di Bangka Trade Center Pangkalpinang. 

BANGKAPOS.COM--- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bangka Belitung (Babel),  mengadakan kegiatan Rencana Aksi Perlindungan Konsumen, Selasa (27/8/2019) di Bangka Trade Center (BTC) Pangkalpinang.

Kegiatan tersebut untuk mengedukasi dan sosialisasi terkait perlindungan konsumen, penerapan Undang- Undang  Perlindungan Konsumen Nomor 8  Tahun 1999 tentang pengawasan.

Kepala Bidang Perlindungan Konsumen dan Kemetrologian Disperindag Babel, Riza Aryani mengatakan kegiatan ini diselenggarakan di seluruh Indonesia dengan menggunakan dana  Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Setiap provinsi itu yang mengadakan satu ibu kota provinsi dan dua kabupaten/kota. Kita kemarin sudah melakukam kegiatan ini di Kabupaten Bangka dan Bangka Barat," jelas Riza kepada Bangkapos.com

Kegiatan ini sesuai rencana akan dilakukan selama tiga hari, dihari pertama adalah edukasi kepada konsumen kepada 100 orang peserta, hari kedua digunakan untuk pengawasan barang beredar dan jasa, serta tertib niaga. Dalam hal pengawasan besok rencananya Disperindag akan melakukan pengawasan seperti tertib niaga bahan pokok, minuman beralkohol.

Ia menambahkan jika tujuan dari kegiatan ini adalah strategi rancangan perlindungan konsumen.

Menurutnya perlindungan terhadap konsumen tidak boleh berhenti, bahkan harus ditingkatkan.

Selain itu perlindungan konsumen juga banyak keterkaitannya, terlebih di era digital saat ini pertumbuhan perdagangan melalui online sampai lima kali dari jumlah pertumbuhan penduduk.

"Jadi hak konsumen itu harus benar-benar terlindungi, jangan sampai konsumen dirugikan," tegas Riza.

Selama dua ua tahun terakhir ini  disperindag sudah melakukan survey yang bekerja sama denganUniversitas Bangka Belitung (UBB), terkait keberdayaan masyarakat Babel secara keseluruhan berada dalam tahap mampu.

Dalam artian masyarakat mengetahui haknya sebagai konsumen, namun memilih diam disaat ia dicurangi oleh pedagang. Untuk itu  Riza menganggap jika hal ini termasuk membiarkan sesuatu yang tidak benar.

Ia mengatakan tidak mendiskreditkan pedagang, bahkan para pedagang merasa senang bila diawasi oleh disperindag,karena peraturan tentang perdagangan terus berkembang.

Oleh karena itulah diperlukan edukasi kepada para pedagang agar tidak terkena sanksi administrasi   ataupun pidana. (Bangkapos/Muhammad Rizki/R1)

Penulis: Muhammad Rizki
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved