Berita Pangkalpinang
Biaya Pemeliharaan dan Operasional Jembatan Emas Capai Rp 1,5 Miliar Setahun
Jembatan Emas ini selama 1 tahun saja menghabiskan Rp 1 sampai 1,5 milyar dalam pemeliharaan hal ini meliputi biaya operasional pegawai, BBM
BANGKAPOS.COM, BANGKA --Kepala Dinas PUPR (Pekerja Umum dan Penataan Ruang) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noviar Ishak mengatakan Jembatan Emas untuk saat ini hanya bisa dilewati saat air laut surut.
Jembatan Emas yang diresmikan tahun 2017 terlihat sering dibuka atau tidak bisa dilewati. Jembatan Emas ini dibangun bertujuan untuk mempersempit jarak perjalanan masyarakat.
"Kalau sekarang jembatan tidak ada masalah. Tapi kesepakatan kita hanya bisa dilewati saat air laut surut, sebab kapal mau lewat kalau air laut sedang pasang. Sehari pasti bisa dilewati hanya saja waktunya belum tentu, biasanya durasi waktu sekitar 2 jam," ungkap Noviar saat ditemui Bangkapos.com. Rabu, (28/8/2019).
Noviar juga mengatakan apabila sering dibuka-tutup ditakutkan akan rusak. Biaya perbaikan lumayan besar.
Dia menyebutkan jembatan Emas ini selama 1 tahun saja menghabiskan Rp 1 sampai 1,5 milyar dalam pemeliharaan hal ini meliputi biaya operasional pegawai, BBM, dan listrik.
Selain itu, bagian Jembatan Emas yang sudah memudar pun akan segera dianggarkan untuk dicat ulang.
"Upaya mengoptimalkan fungsi jembatan Emas ini kita akan membuat pelabuhan baru, ini sudah dikaji. Diharapkan nanti bila pelabuhan baru sudah ada, kapal-kapal besar tidak perlu melewati rute Jembatan Emas lagi. Sehingga Jembatan Emas bisa 2 kali dilewati dengan durasi waktu yang lama bisa 5 jam misalnya," jelas Noviar.
(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/jembatan-emas-saat-terbuka-tidak-bisa-dilewati-minggu-2582019.jpg)