Berita Pangkalpinang

Lampu Hias dari Kayu Mentulang, Cocok untuk Mempercantik Interior Ruangan

Hasil kerajinannya cocok bagi anda yang memiliki passion desain interior. Lampu ini juga cocok jadi pernak-pernik ruangan kamar atau lobi hotel.

Lampu Hias dari Kayu Mentulang, Cocok untuk Mempercantik Interior Ruangan
bangkapos.com / DEDY Q
Dony dan kerajinan lampu hias dari kayu Mentulang saat perlombaan industri kreatif di Bangka City Hotel, Pangkalpinang, Rabu (29/8/2019). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Dony warga Kace Timur, Bangka mengandalkan kayu Mentulang menjadi barang kerajinan bernilai tambah. Kayu-kayu seukuran jari itu ia ambil dari hutan-hutan di Bangka

Kayu ini kemudian dirangkai memanjang dengan bentuk khas. Bentuknya persis akar-akar yang menyeruak dari batang pohon, lalu dipernis mengkilap, dipasangi lampu pada bagian atasnya, dan jadilah lampu hias.

Hasil kerajinannya cocok bagi anda yang memiliki passion desain interior. Lampu ini juga cocok jadi pernak-pernik ruangan kamar atau lobi hotel.

Dony memberikan gambaran: ruangan, akan menjadi cantik ketika lampu hias ini diletakkan di sudut ruangan dan didukung dengan pencahayaan dan tata letak yang pas. Ia bisa disesuaikan tergantung selera anda.

Lampu hias dari kayu Mentulang ini dipamerkan Dony paa acara Lomba Industri Kreatif yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kepulauan Bangka Belitung dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Babel di Bangka City Hotel, Rabu (28/8/2019).

Dony dan kerajinan lampu hias dari kayu Mentulang saat perlombaan industri kreatif di Bangka City Hotel, Pangkalpinang, Rabu (29/8/2019).
Dony dan kerajinan lampu hias dari kayu Mentulang saat perlombaan industri kreatif di Bangka City Hotel, Pangkalpinang, Rabu (29/8/2019). (bangkapos.com/Dedi Qurniawan)

"Kayu ini diambil dari hutan-hutan di sekitar. Termasuk khas dari Bangka," kata Dony kepada Bangka Pos.

Kayu Mentulang ini, kata Dony, tak mudah patah. Usianya bisa bertahan empat hingga enam tahun. Ia menjualnya di kisaran harga Rp 250 ribu.

"Alhamdulillah ada yang berminat. Saya baru buat lampu-lampu seperti ini. Orang beli ini biasanya untuk mempercantik ruangan," katanya

Dony adalah seorang pengrajin furniture. Ia biasanya membikin ayunan bayi, wadah tisu, rak buku, meja, hingga lemari unik. Kalau tertarik, karya-karyanya bisa anda lihat di laman Facebook Donygalery, atau menghubungi nomor Whats App 03175891272.

"Bisa pesan di situ. Ada produk-produk lainnya di sana," ucapnya.

Lampu hias karya Dony adalah satu dari 30 produk kerajinan yang dilombakan. Pada acara yang dibuka Ketua Dekranasda Babel Melati Erzaldi ini, ada berbagai macam produk lainnya seperti miniatur kapal Pinisi dari lidi, kerajinan daur ulang koran bekas, jam dinding dari kayu Rengas, tas-tas etnik, dan sejumlah produk kerajinan lainnya.

Pemenangnya akan mewakili Babel pada lomba serupa tingkat nasional pada September 2019 mendatang.

(bangkapos.com / Dedy Qurniawan)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved