Berita Sungailiat

Pengamen Tangkapan Pol PP Bangka Ternyata Anak Punk, Usia Bawah Umur Asal Bangka Barat

Hhasil pemeriksaan Tim Penyidik Pengawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP Bangka, diketahui ternyata tiga pengamen yang terjaring razia, Rabu (28/8/2019)

Pengamen Tangkapan Pol PP Bangka Ternyata Anak Punk, Usia Bawah Umur Asal Bangka Barat
Ist/Satpol PP Kabupaten Bangka
Petugas Satpol PP mengamankan tiga orang pengamen terjaring razia Pol PP Bangka, Rabu (28/8/2019) di Pasar Kite Sungailiat Bangka. 

BANGKAPOS.COM-- Berdasarkan hasil pemeriksaan Tim Penyidik Pengawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP Bangka, diketahui ternyata tiga pengamen yang terjaring razia, Rabu (28/8/2019) merupakan anak usia bawah umur. Mereka merupakan kategori anak punk, yang tidur di sembarang tempat dan jarang mandi.

"Tiga pengamen yang terjaring ini merupakan anak usia bawah umur," kata Kepala Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bangka, M Dalyan Amrie diwakili Kabid Penegakan Perundang-Undangan Satpol PP Kabupaten Bangka Achmad Suherman, usai pemeriksaan pada tiga pengamen yang terjaring razia di Pasar Kite Sungailiat Bangka, Rabu (28/8/2019).

Penangkapan tiga pengamen tersebut berawal saat Pol PP Bangka menerima laporan warga yang merasa resah melihat gerak-gerik tiga remaja yang berprofesi sebagai pengamen tadi.
"Ada laporan warga yang menyebutkan ada pengamen di Pasar Kite Sungailiat, tidur di mushollah. Mereka mengamen di pasar tersebut, sangat mengganggu masyarakat sehingga kami tangkap," kata Suherman.

Petugas Satpol PP tak hanya menangkap tiga pengamen ini, namun juga mengamankan sejumlah barang yang dibawa. Tiga remaja itu digiring ke Kantor Pol PP Bangka dan diminta mendatangani surat perjanjian. Mereka kemudian langsung diantarkan ke mobil jurusan Sungailiat-Muntok Bangka Barat, sebagai upaya pemulangan ke daerah asalnya.

"Mereka ini asal Muntok Bangka Barat, masing-masing RF (17), OB (14) dan TG (17). Mereka kami kasi pembinaan sebentar sebelum disuruh pulang kampung. Mereka merupakan anak punk, hidup sebagai gelandangan, ngamen keliling. Hasil ngamen yang sudah didapat sekitar Rp 140.000," jelas Suherman.

Suherman menyesalkan kondisi tiga remaja itu yang dianggap memprihatinkan. Pada usia produktif, mereka sudah tidak mau lagi sekolah. "Penampilannya memakai gelang karet dan bau. Makanya kita suruh mereka mandi bersihkan badan. Potong kuku dan rambut dirapikan. Mereka ini sudah pernah ditangkap oleh Pol PP Bangka Barat beberapa waktu lalu, tapi tak kapok juga," kata Suherman.

Dia menegaskan bahwa  Kabupaten Bangka merupakan daerah bebas pegamen dan pengemis, sesuai ketentuan Perda Nomor 6 Tahun 2005 tentang ketertiban umum.

Dilansir pada berita sebelumnya disebutkan, para pengamen jalanan di Kota Sungailiat Bangka mulai meresahkan warga. Terkait hal itu, Tim Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bangka pun dikerahkan. Sejumlah tempat, khususnya di seputaran Pasar Kota Sungailiat didatangi petugas. Satu regu Pol PP diterjunkan untuk menelusuri berbagai sudut. Hasilnya tiga remaja, berpenampilan lusuh ditangkap, Rabu (28/8/2019).(Bangkapos.com/Fery Laskari)

Penulis: ferylaskari
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved