Bahas Fokus Riset Mahasiswa, Jurusan Ilmu Politik UBB Datangkan Pakar dari UGM

Dalam rangka merumuskan fokus riset mahasiswa, Jurusan Ilmu Politik UBB mendatangkan pakar dari UGM.

Bahas Fokus Riset Mahasiswa, Jurusan  Ilmu Politik UBB Datangkan Pakar dari UGM
Istimewa/Dok Panitia Workshop
Workhsho keilmuan jurusan ilmu politik FISIP UBB, Rabu (28/8) di Hotel PIA Pangkalpinang. 

Bahas Fokus Riset Mahasiswa, Jurusan  Ilmu Politik UBB Datangkan Pakar dari UGM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dalam rangka merumuskan fokus riset mahasiswa, Jurusan Ilmu Politik UBB mendatangkan pakar dari UGM.

Adalah Dr. Abdul Gaffar karim yang juga Ketua Departemen Ilmu politik dan Pemerintahan UGM yang hadir menjadi pembicara dalam Workshop Fokus Riset mahasiswa yang diadakan di ruang pertemuan PIA Hotel Pangkal Pinang (28/8/2019).

Acara ini dihadiri oleh stakeholders antara lain birokrat senior Yan Megawandi, politikus Zamhari dan Albana, Jurnalis Bangka Pos Respi Leba, dan beberapa penggiat demokrasi dari KPU/Bawaslu serta seluruh dosen tetap Jurusan Ilmu Politik FISIP UBB.

Hadir juga sebagai penyaji Dr. Ibrahim yang merupakan Dosen Tetap Jurusan Ilmu Politik dan Prof. Dr. Bustami Rahman yang merupakan pendiri sekaligus guru besar FISIP UBB. Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan mahasiswa Jurusan Ilmu Politik lintas angkatan.

Ibrahim dalam paparannya mengemukakan bahwa meski saat ini disiplin ilmu sudah trans dan multidisiplin, namun membangun kekhususan juga penting karena kelangkaan sebuah keahlian membuatnya akan dicari.

Workshop tersebut dirancang untuk meminta masukan dari berbagai stakeholders terhadap desain focus penelitian mahasiswa yang disiapkan oleh jurusan.

“Berdasarkan telaah kami atas kapasitas dosen yang tersedia, mempertimbangkan visi universitas sampai ke jurusan, serta roadmap penelitian jurusan dan mata kuliah yang tersedia, kami merumuskan focus riset mahasiswa pada 4 hal, yaitu politik ekologi, politik identitas, demokrasi, dan geopolitik-transnasionalisme. 4 bidang ini kelak akan menjadi pilihan bagi mahasiswa angkatan pertama yang akan segera menempuh skripsi pada semester ini. Kita harap penelitian dosen linear dengan penelitian mahasiswa sehingga ada kekhususan yang dibangun," tutur Ibrahim, Kamis (29/8)

Abdul Gaffar Karim dalam  paparannya mengusulkan satu focus yang sesuai dengan konteks local, yaitu post-industrialisme. Menurutnya kajian ini langka dan hanya bisa dikembangkan oleh daerah-daerah yang pernah atau sedang bergelut dengan ekstraksi sumber daya alam.

"Kita harus menekankan metode berpikir ketimbang konten pada sebuah mata kuliah sehingga mahasiswa akan terbiasa memecahkan berbagai masalah dengan satu metode berpikir," jelas Abdul Gafar.

Rangkaian diskusi mengusulkan beberapa konten lokal yang bisa menjadi bahan kajian dan riset jurusan Politik UBB seperti politik ekologi, kemaritiman dan kelautan, identitas politik khas Bangka Belitung yang multikultural. Dan diharapkan jurusan ilmu politik bisa memberikan pendidikan politik untuk masyarakat Bangka Belitung.

Penulis: tidakada013
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved