Dinkes Bangka Barat Bantu Biaya Pengobatan Bayi Penderita Infeksi Otak

Abid Rajendra Putra, bayi yang baru berusia 10 bulan asal dusun Sungkai desa Tugang

Dinkes Bangka Barat Bantu Biaya Pengobatan Bayi Penderita Infeksi Otak
Ist/Humas Pemkab Bangka Barat
Sekretaris Dinas Kesehatan Bangka Barat, dr. Hendra. 

BANGKAPOS.COM - Abid Rajendra Putra, bayi yang baru berusia 10 bulan asal Dusun Sungkai Desa Tugang, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat didiagnosa mengidap penyakit infeksi otak.

Bayi yang sebelumnya sempat dirawat di Puskesmas Sekar Biru dan dirujuk ke RSUD Sejiran Setason Muntok tersebut kini sedang dirawat intensif di RSUP Dr. (HC) Ir. Soekarno Bangka Belitung setelah sebelumnya juga sempat dirawat beberapa hari di RS Siloam Pangkalpinang.

Pemerintah Kabupaten Bangka Barat (Babar) melalui Dinas Kesehatan setempat pun tak tinggal diam dengan kondisi Abid Rajendra ini.

Sekretaris Dinkes Bangka Barat dokter Hendra menjelaskan, pihaknya sebelumnya sudah berkoordinasi dengan RS Siloam terkait perawatan Abid, termasuk biaya yang akan dikenakan atas tindakan medis tersebut.

"Setelah mendapat laporan bahwa ada warga kita yang mengalami penyakit infeksi otak ini, kami dari Dinkes segera berkoordinasi dengan pimpinan RS Siloam agar penanganan medis terhadap yang bersangkutan betul-betul maksimal. RS. Siloam pun merespon positif dan memberi perawatan ekstra kepada ananda Abid," jelas dokter Hendra di Muntok, Rabu (28/8).

Dokter Hendra membenarkan, Abid memang belum terdaftar sebagai peserta BPJS kesehatan. Karena itu, awalnya pengobatan Abid memang tak ditanggung BPJS karena status kepesertaannya belum aktif.

"Bayi ini memang belum terdaftar sebagai peserta BPJS, karena itu pihak Dinkes Bangka Barat membantu daftarkan yang iurannya dibayarkan dari Pemda. Kita sudah berkoordinasi dengan pihak RS Siloam waktu itu, agar meskipun belum aktif status kepesertaan BPJS-nya sehingga statusnya masih pasien umum, namun karena biayanya ditanggung Pemda maka rumah sakit tempat Abid dirawat bisa mengkalim biaya pengobatan ke dinas kesehatan Babar," kata Hendra.

Sebelumnya, Atun sang nenek dari Abid, mengaku bingung soal kemampuan finansial keluarganya untuk menanggung biaya pengobatan cucunya itu. Mengingat ayah Abid hanya seorang pekerja TI sedang ibunya tidak bekerja.

"Untuk biaya, harusnya tidak usah dipersoalkan karena Pemda yang akan membantu. Kita sama-sama berdoa semoga Abid kembali pulih dan ceria layaknya anak seusianya. Update terakhir, kini Abid dirawat di RSUP Soekarno," tutup Hendra berharap. (*)

Penulis: Iklan Bangkapos
Editor: fitriadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved