Kisah Budidaya Koi ASrul Beromzet Rp 60 Juta Per Bulan di Bangka Tengah, Sempat Merugi Ratusan Juta

Suara gemericik air jatuh ke beberapa kolam yang bersekat, dan warna-warni indah ikan koi yang berenang kesana kemari di kolam

Kisah Budidaya Koi ASrul Beromzet Rp 60 Juta Per Bulan di Bangka Tengah, Sempat Merugi Ratusan Juta - asrul-bersama-ikan-koi-koleksinya.jpg
bangkapos.com/m rizky
Asrul Bersama Ikan Koi Koleksinya
Kisah Budidaya Koi ASrul Beromzet Rp 60 Juta Per Bulan di Bangka Tengah, Sempat Merugi Ratusan Juta - budidaya-ikan-koi-milim-asrul-roni-f.jpg
bangkapos.com/m rizky
Budidaya Ikan Koi Milim Asrul Roni
Kisah Budidaya Koi ASrul Beromzet Rp 60 Juta Per Bulan di Bangka Tengah, Sempat Merugi Ratusan Juta - budidaya-ikan-koi-milim-asrul-roni-as.jpg
bangkapos.com/m rizky
Budidaya Ikan Koi Milim Asrul Roni.

Kisah Budidaya Koi ASrul Beromzet Rp 60 Juta Per Bulan di Bangka Tengah, Sempat Merugi Hingga Ratusan Juta

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Suara gemericik air jatuh ke beberapa kolam yang bersekat, dan warna-warni indah ikan koi yang berenang kesana kemari di kolam.

Itulah kesan pertama yang dirasakan setiap pengunjung yang mengunjungi satu diantara lokasi budidaya ikan koi milik Asrul Roni, yang berlokasi di Kelurahan Jeruk, Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah.

Tempat budidaya ikan koi milik Roni ini berada persis dibelakang rumahnya, luasnya 4.000 meter persegi ini terdapat sembilan kolam koi dengan berbagai ukuran, mulai dari 1x3 meter, 3x3 meter, bahkan ada empang yang berukuran 20x20 meter.

Kolam-kolam tersebut mampu menampung ratusan hingga ribuan ikan koi dan digunakan Asrul untuk berbagai kebutuhan, ada kolam yang berfungsi sebagai tempat ikan yang siap dijual, tempat karantina ikan, tempat pemijahan, dan tempat untuk memisahkan ikan yang sudah di booking oleh para pembeli untuk segera dibawa pulang ke rumah.

Pria yang banyak menghabiskan waktu kecilnya di pulau Jawa ini tepatnya di Kabupaten Blitar, mengaku sudah hobi memelihara ikan koi sejak ia duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

"Mulanya karena hobi, dulu pas saya masih di Blitar, keluarga juga penghobi ikan koi," ujar Asrul, Selasa (27/8/2019) kepada Bangka Pos.

Siapa sangka memelihara ikan koi yang dulunya hanya sekedar hobi untuk melepas rasa penat, kini menjadi penghasilan utama dirinya untuk menghidupi keluarganya.

Dalam satu bulan Asrul mengatakan ia bisa menjual puluhan hingga ratusan koi bahkan ia pernah menjual hingga 700 ekor koi, Dan omzetnya tidak main-main, rata-rata ia bisa mendapatkan omzet Rp 15-60 juta per bulan dari hasil budidaya miliknya.

Ikan yang ia jual mulai dari harga terendah Rp 20.000 sampai yang tertinggi di harga Rp 2 juta lebih, namun ikan termahal yang pernah ia jual berada di angka Rp 3,8 juta, ikan tersebut berjenis Goshiki yang sudah pernah menjuarai kontes di Kota Tulungagung.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Rizki
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved