Moeldoko Sebut Ada Provokator di Balik Demonstrasi yang Menewaskan Anggota TNI di Papua

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menilai ada provokator yang masuk saat massa menggelar demontrasi di Kabupaten Deiyai, Papua.

Moeldoko Sebut Ada Provokator di Balik Demonstrasi yang Menewaskan Anggota TNI di Papua
CHRISTOFORUS RISTIANTO/KOMPAS.com
Kepala Staf Keperesidenan (KSP) Moeldoko di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (11/2/2019). 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Papua masih memanas.

Demonstrasi warga di Kabupaten Deiyai, Papua, Rabu (28/8/2019) berujung tewasnya satu anggota TNI dan beberapa anggota TNI dan Polri terluka.

Satu anggota TNI yang gugur akibat kena panah saat terjadi aksi unjuk rasa.

Aksi massa demonstrasi di Deiyai Papua ini pun memunculkan spekulasi soal adanya provokator di balik peristiwa tersebut.

Anggota TNI Tewas Kena Anak Panah saat Aksi Demo Warga di Papua, Kontak Senjata Masih Berlangsung

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menilai ada provokator yang masuk saat massa menggelar demontrasi di Kabupaten Deiyai, Papua, Rabu (28/8/2019).

"Ya memang ada (provokator). Jadi sering saya katakan memang poros gerakan politiknya sedang masif, sekarang betul-betul sedang masif," ujar mantan Panglima TNI tersebut di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta.

Moeldoko menjelaskan, terjadinya gejolak di Papua yang berlangsung hingga saat ini tidak terlepas dari peran dua kelompok di Papua yaitu poros politik dan poros bersenjata yang melakukan pergerakan.

Kedua kelompok tersebut sekarang sudah sulit menghasut masyarakat Papua setelah pemerintah membangun berbagai infrastrutur.

"Pembangunan yang masif di Papua itu maka kecemasan yang dihadapi oleh mereka (dua poros) adalah dia tidak bisa lagi membohongi rakyat. Dia tidak bisa lagi membohongi dunia luar bahwa Papua itu begini, begini," papar Moeldoko.

Menurut Moeldoko, penanganan aparat kepolisian dan TNI akan dilakukan secara terukur dan tidak secara emosional yang akhirnya bertindak tidak terkontrol.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved