Universitas Padjadjaran Puji Pemda Bangka Barat Tingkatkan SDM Lewat Pendidikan Vokasi

Pemerintah Kabupaten Bangka Barat terus berupaya meningkatkan kualitas dan daya saing SDM di daerah melalui pelatihan dan pendidikan Vokasi

Universitas Padjadjaran Puji Pemda Bangka Barat Tingkatkan SDM Lewat Pendidikan Vokasi
Ist/Humas Pemkab Bangka Barat
Bupati Markus SH (tengah) berpose bersama Dekan Fakultas Teknologi Industri Pertanian Unpad Dr. Ir. Edy Suryadi MT (kanan) dan Plt Kepala Bapelitbangda Babar, M. Soleh 

BANGKAPOS.COM-- Pemerintah Kabupaten Bangka Barat terus berupaya meningkatkan kualitas dan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM) di daerah melalui pelatihan dan pendidikan vokasi. Hal ini bertujuan mendukung tahap kedua prioritas pembangunan nasional, yaitu pembangunan SDM.

Bupati Bangka Barat, Markus SH, dalam pertemuannya dengan Dekan Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung, DR Ir Edy Suryadi MT dan Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Muhammad Soleh menyampaikan, sebagai bentuk dukungan terhadap fokus pembangunan SDM yang digalakan Presiden Jokowi, Pemda Bangka Barat telah menjalin kerjasama dengan salah satu pionir pendidikan vokasi dan pelatihan kerja yakni Akademi Komunitas Presiden (AKP) milik Jababeka Group.

"Dengan kerjasama AKP untuk pendidikan vokasi bagi anak-anak Bangka Barat, sebetulnya kita sudah selangkah lebih maju, dan sesuai program pemerintahan Jokowi untuk pengembangan SDM. Jadi pendidikan vokasi ini di samping mendukung program yang sudah dicanangkan pemerintahan Jokowi, juga lebih penting untuk realitas tuntutan hidup, yang menuntut adanya kualitas SDM yang terampil," kata Markus di Muntok, Kamis (29/8) siang.

Doktor Edy Suryadi MT, memuji terobosan Bupati Markus soal kepeduliannya menyiapkan generasi muda Bangka Barat menjadi generasi terampil dan siap bekerja nantinya.

"Saya kira terobosan Pak Bupati Markus soal pengembangan SDM lewat pendidikan vokasi ini sudah tepat, sehingga kita punya kesamaan visi dan misi soal capacity building ini. Dengan model kurikulum pendidikan vokasi dimana 60% praktek lapangan dan 40% teori, kita berharap kemampuan dan ketrampilan lulusan bisa menjawab tantangan," jelas Edy.

Dia pun menyarankan agar para lulusan pendidikan vokasi selain bisa bekerja di industri-industri, tapi juga menciptakan lapangan kerja karena jumlah entrepreneur di Indonesia masih sangat minim yakni di bawah 5%.

"Dengan pendidikan vokasi ini sekali lagi kita berharap, bisa menciptakan lapangan kerja yang kemudian meminimalisir jumlah pengangguran di daerah. Kita sangat mengapresiasi terobosan ini," pungkas Edy.   

(Humas Pemkab Bangka Barat)

Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved