Berita Pangkalpinang

Alami Pendangkalan, Pelabuhan Pangkalbalam Bakal Dikembangkan ke Baturusa

Pelabuhan Pangkalbalam telah mengalami pendangkalan. Pihaknya berencana mengembangkan pelabuhan ini ke luar posisi dari posisi eksisting

Alami Pendangkalan, Pelabuhan Pangkalbalam Bakal Dikembangkan ke Baturusa
Ist/ dok. Humpro Setda Babel
Komisi V DPR RI bersama Wagub Babel Abdul Fatah dan jajarannya serta instansi terkait saat meninjau Pelabuhan Pangkalbalam, Jumat (30/8/2019). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Abdul Fatah mengatakan pelabuhan Pangkalbalam telah mengalami pendangkalan. Pihaknya berencana mengembangkan pelabuhan ini ke luar posisi dari posisi eksisting saat ini.

Rencana ini telah disampaikan ke Komisi V DPR RI yang melaksanakan kunjungan kerja ke Babel, Jumat (30/8/2019).

"Ini sama-sama sudah kami bicarakan dengan Komisi V. Pengembangan Pangkalbalam akan langsung ke Baturusa, jadi langsung berhadapan dengan laut. Kami sudah lakukan kajian-kajian untuk rencana ini," kata Fatah.

Kepala Dinas Perhubungan Babel Tajuddin mengatakan, dari kunjungan kerja Komisi V DPR RI ini, Pelni juga akan menambah frekuensi penyeberangan dari Belinyu-Jakarta. Saat ini frekuensi penyeberangan Bangka-Jakarta via Belinyu hanya satu kali dalam dua minggu.

"Mereka (Pelni) dan Komisi V akan dorong peningkatan frekuensi itu. Untuk di Pelabuhan Pangkalbalam ini, kendalanya soal suplai barang ke luar Bangka. Di sini banyakan barang masuk, sehingga operator kapal cenderung tidak mau berlayar ke sini. Ini jadi kendala. Jadi PR-nya bagaimana meningkatkan produksi barang-barang yang dihasilkan di Babel untuk dikirim ke luar lewat Pangkalbalam," tutur Tajuddin.

Selain itu bersama Komisi V, Pemprov Babel juga membahas soal rencana jembatan Bangka-Sumatera. Komisi V selanjutnya akan membahas hal ini lebih lanjut di rapat-rapat DPR RI.

Selain itu, Wagub Babel Abdul Fatah juga tak sepakat jika sejumlah anggota Komisi V DPR RI menyebut perencanaan jembatan EMAS salah.

"Tidak juga kalau salah perencanaan. Buktinya saat buka tutupnya berfungsi, semuanya lancar memberikan manfaat. Cuma teknisnya karena ini hidrolik, ini jadi kendala. Kalau kami turunkan dan ada kendala tak bisa diangkat, ini menjadi masalah lebih besar," ucap Fatah.

(bangkapos.com/Dedy Qurniawan)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved