Kerusuhan Papua

Begini Kondisi Anggota Polisi yang Lehernya Tertancap Panah Saat Aksi Rusuh di Papua

Kondisi salah satu personel Polda Papua tersebut tetap tegar saat menahan sakit tancapan tombak di lehernya.

Begini Kondisi Anggota Polisi yang Lehernya Tertancap Panah Saat Aksi Rusuh di Papua
Bangka Pos/ Teddy Malaka
Busur Panah 

BANGKAPOS.COM -- Kerusuhan yang terjadi di Distrik Waghete, Deiyai, Papua, turut menimbulkan korban jiwa serta korban luka dari personel TNI polri yang sedang bertugas mengamankan unjuk rasa masyarakat.

Bripda Dedi yang termasuk dari lima personel TNI-Polri yang terluka saat terjadi bentrok dengan massa di Distrik Waghete, Deiyai, Papua saat ini masih dalam perawatan intensif.

Kejadian bentrok tersebut menyebabkan Bripda Dedi terkena tancapan panah.

Pada kesempatan tersebut, Bripda Dedi langsung diberikan pengamanan dan dievakuasi serta dilarikan ke rumah sakit di Kabupaten Mimika menggunakan helikopter untuk emndapatkan perawatan intensif lebih lanjut.

Sebelumnya, pasca terjadinya bentrok telah viral satu personel Polri yang tertancap panah saat melaksankan pengamanan tersebut.

Kondisi salah satu personel Polda Papua tersebut tetap tegar saat menahan sakit tancapan tombak di lehernya.

 Sementara itu melalui akun Instagram Divisi Humas Mabes Polri, Jenderal Tito Karnavian menegaskan bahwa personel TNI-Polri tidak pernah menggunakan panah dalam menjalankan tugasnya, termasuk saat menjaga aksi unjuk rasa yang berujung ricuh di wilayah Deiyai, Papua, pada Rabu (28/8).

"TNI-Polri tidak pernah gunakan panah. Panah ini berasal dari belakang, dari kelompok penyerang sendiri, sehingga kita duga dia meninggal karena terkena panah dari penyerang sendiri," ujar Kapolri saat ditemui di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (29/8).

Pasukan BKO Dikirim

Dalam mengamankan situasi Papua yang ricuh akibat sejumlah aksi demonstrasi, Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Sumsel) mengirimkan sebanyak 250 personel dari Satuan Brimobda Sumsel ke Papua. Para personel tersebut diberangkatkan menggunakan dua pesawat komersil.

Halaman
12
Penulis: Teddy M (tea)
Editor: teddymalaka
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved