Disdukcapil: Lewat GISA, Kesadaran Warga Soal Pentingnya ADMINDUK Meningkat hingga 50%

Progres kampung GISA alias gerakan Indonesia sadar administrasi kependudukan (Adminduk) meningkat drastis hingga 50 persen.

Disdukcapil: Lewat GISA, Kesadaran Warga Soal Pentingnya ADMINDUK Meningkat hingga 50%
Ist/Humas Pemkab Bangka Barat
Plt. Kepala Dinas Dukcapil Bangka Barat, Iduwan. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Plt. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bangka Barat (Disdukcapil Babar), Iduwan, menilai progres kampung GISA alias gerakan Indonesia sadar administrasi kependudukan (Adminduk) meningkat drastis hingga 50 persen.

Ini terlihat dari banyaknya permintaan pembuatan adminduk oleh masyarakat dari berbagai desa di Bangka Barat usai launching GISA pada 13 Agustus 2019 lalu.

"Saat ini baru tiga desa di Bangka Barat yang kita canangkan sebagai Kampung GISA yakni desa Berang, desa Ibul, dan desa Mayang. Sejak kampung GISA ini dilaunching di dusun Rumpis, hingga sekarang antusiasme masyarakat sangat tinggi sebab informasi beredar begitu cepat, sehingga masyarakat di desa lain semangat dan menunggu kehadiran Bupati Bangka Barat dan Dukcapil untuk diberikan dokumen legalitas yang diperlukan," jelas Iduwan ditemui di desa Mayang, Jumat (30/8) siang.

Karena animo masyarakat yang tinggi itu sehingga meski baru tiga desa dicanangkan sebagai kampung GISA, tapi prosentase kesadaran warga akan pentingnya administrasi kependudukan naik drastis.

"Dengan program kampung GISA ini, kesadaran masyarakat untuk tertib administrasi meningkat. Berdasarkan database dari desa yang sudah dilayani lewat GISA ini, dari sebelumnya hanya 30% warga yang punya administrasi kependudukan, kemudian meningkat jadi 80% persen lebih atau naik hingga 50%. Jadi kalau di Babar ada 64 desa/kelurahan ini kita targetkan selama 4 tahun capaiannya bisa di atas 90% dengan progres kampung GISA," beber Iduwan.

Kepala desa Mayang, Joni, mengaku warganya sangat terbantu dengan adanya program layanan kampung GISA ini.
"Alhamdulilah warga kita sangat terbantu, bila perlu tiap tahun diadakan manatau ada warga yang belum punya administrasi kependudukan. Semangat warga kita lewat kampung GISA ini sangat tinggi karena pengurusan administrasi kependudukan langsung jadi di tempat, meski waktunya sangat singkat, hanya dua hari satu malam. Terimakasih untuk Pemda Bangka Barat melalui Dukcapil untuk layanan ke desa kami ini," tukas Joni.

Ambun Bin Yahya (70), warga RT 01 desa Mayang, awalnya mengaku ogah mengurus akta lahirnya. Baginya, Akta kelahiran hanya untuk anak-anak dan warga dewasa lainnya.

"Selama ini saya berpikir apa gunanya lagi mengurus akta karena memang sudah tua. Tapi karena pemerintah turun langsung ke kampung kami untuk membantu memiliki akta ini, makanya mau uruslah," kisahnya.

Editor: Ardhina Trisila Sakti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved