Harga Lada di Pangkalpinang Turun Rp 1.500, Perkilogram Dihargai Rp 47.500

Sudah sekitar lima hari terakhir ini harga lada putih di tingkat pedagang pengepul di Kota Pangkalpinang mengalami penurunan sekitar Rp 1.500 per

Harga Lada di Pangkalpinang Turun Rp 1.500, Perkilogram Dihargai Rp 47.500
bangkapos.com/Edwardi
Asen, pedagang pengepul lada melayani petani yang menjual ladanya. 

Harga Lada di Pangkalpinang Turun Rp 1.500, Perkilogram Dihargai Rp 47.500

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sudah sekitar lima hari terakhir ini harga lada putih di tingkat pedagang pengepul di Kota Pangkalpinang mengalami penurunan sekitar Rp 1.500 per kg.

Sebelumnya harga lada putih berada di kisaran Rp 49.000 per Kg, sekarang ini turun menjadi Rp 47.500 per Kg.

Hal ini diungkapkan Asen, pedagang pengepul lada yang membuka kios di Jalan Soekarno Hatta Kota Pangkalpinang, Jumat (30/08/2019).

"Sudah lima hari ini pak harga lada turun, penyebabnya saya juga tidak tahu. Harga dari eksportir juga turun jadi kami pedagang pengepul juga turun," kata Asen.

Diakui Asen, untuk harga lada ini yang tahu persis mengapa harga turun dan berapa harga lada di luar negeri itu adalah pihak eksportir.

"Turunnya harga lada ini kami pedagang pengepul juga rugi, karena para petani juga nggak mau jual hasil panennya kecuali kepepet perlu uang untuk biaya hidup sehari-hari," jelas Asen.

Diakuinya saat harga lada masih Rp 49.000 per kg dalam sehari masih bisa mengumpulkan lada dari petani hingga 200 kg, tapi saat ini harga lada turun, petani juga sepi menjual ladanya.

"Sekarang ini dalam sehari nggak sampai 100 kg lada berhasil kita kumpulkan," imbuh Asen.

Asen juga memahami dalam kondisi harga lada seperti ini para petani lada sudah pasti mengalami kerugian, sehingga memang wajar kalau petani tidak mau menjual ladanya meskipun saat ini musim panen.

"Biaya untuk memproduksi 1 (satu) kg lada saat ini sekitar Rp 80.000 per kilogram, sedangkan harga lada di tingkat pedagang pengepul hanya Rp 47.500 per kg, jadi wajarlah para petani menahan untuk menjual ladanya karena rugi, kecuali kepepet sudah nggak ada uang untuk biaya hidup sehingga harus menjual ladanya," tukas Asen.

Pantauan Bangkapos.com hingga pukul 11.30 WIB di kios pengepul lada ini belum ada petani yang datang menjual ladanya.

Tags
Lada
Sahang
Penulis: edwardi
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved