Berita Pangkalpinang

Komisi V DPR RI Akan Bahas Pendangkalan Pangkalbalam Bersama Kemenhub

Perlu menunggu air pasang hingga 13 jam untuk masuk. ini yang membuat pergerakan kapal tidak leluasa

Komisi V DPR RI Akan Bahas Pendangkalan Pangkalbalam Bersama Kemenhub
Ist/ dok. Humpro Setda Babel
Komisi V DPR RI bersama Wagub Babel Abdul Fatah dan jajarannya serta instansi terkait saat meninjau Pelabuhan Pangkalbalam, Jumat (30/8/2019). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA  - Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemy Francis menyatakan, ada tiga isu yang melatarbelakngi agenda kunjungan kerja jajarannya ke Bangka Belitung, Jumat (30/8/2019). Kunjungan ini menindaklanjuti kunjungan DPRD dan Pemprov Babel ke Komisi V beberapa waktu lalu.

Ketiga isu tersebut terkait trans Bangka-Belitung, mahalnya tiket angkutan udara, dan pengembangan Pelabuhan Pangkalbalam.

Fary mengatakan pihaknya berdiskusi mengebai pendangkalan di kawasan pelabuhan Pangkalbalam. Pelindo dinyatakan siap mengeruk namun perlu ada pembicaraan mengenai kompensasi pengerukannya.

Komisi V akan menindaklanjuti permasalahan ini bersama Kementerian Perhubungan.

"Sekarang ini cukup lambat tunggunya. Perlu menunggu air pasang hingga 13 jam untuk masuk ke sini... ini yang membuat pergerakan kapal tidak leluasa. Ini akan jadi catatan kami dan akan kami bahas di Jakarta dengan kementerian perhubungan," kata Fary.

Selain itu ada sejumlah catatan pada usulan pembangunan jalan Trans Babel. Satu di antarnaya adalah gar ruas jalan nantinya bisa dialihkan statusnya menjadi jalan nasional atau jalan stratrgis nasional

"Ini akan disiapkan dokumennya dan diusulkan ke kementerian PUPR. Kami meminta Balai Jalan untuk duduk bersama, sambil menunggu proses alih status, kami minta ruas jalan-jalan man yang perlu jadi perhatian dan dukungan untuk dapat intervensi terlebih dahulu. Misalnya jalan menuju obyek wisata atau obyek-obyekbekonomi," kata Fary.

Ia mengatakan pihaknya juga mendapat permintaan agar Komisi V DPR RI memperjuangkan pelayanan kapal Roro menuju Jakarta. Ini dianggap sebagai alternatif bagi penumpang menyusul tingginya harga tiket pesawat.

"Tadi kami dengar dari Pelni, dan ASDP ada komitmen. Sebenarnya sudah ada, cuma mau ditingkatkan frekuensi pelayarannya. Pelni meminta kapal yang memuat muatan dan barang atau kendaraan dari Jakarta ke Bangka, lalu pulangnya bisa mengakut barang juga. Ini yang kami harapkan bisa didiskusikan," beber Fary.

Selain itu pihaknya bersama Pemprov Babel juga membahas memgenai pengembangan bandara ke depan. Diharapkan maskapai dapat mengatur harga tiket sehingga ketika bandara sudah dikembangkan tidak sepi karena mahalnya harga tiket.

Selain berdiskusi dengan Wakil Gubernur Babel Abdul Fatah, rombongan Komisi V DPR RI juga meninjau kawasan Pelabuhan Pangkalbalam sore tadi. Agenda kunker akan berlanjut Sabtu (31/8/2019) besok dengan meninjau titik-titik jalan yang rencananya akan dibangun jalan Trans-Babel dan meninjau Bandara Depati Amir.

(bangkapos.com / Dedy Qurniawan)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved