Layanan Adminduk di Bangka Barat Semakin Mudah dan Cepat Era Bupati Markus

Markus sudah mulai gerak cepat dengan berbagai terobosan untuk mengejar ketertinggalan dari daerah lain selama ini

Layanan Adminduk di Bangka Barat Semakin Mudah dan Cepat Era Bupati Markus
Ist/Humas Pemkab Bangka Barat
Bupati Bangka Barat, Markus SH, berinteraksi dengan warga desa Mayang saat memantau layanan Adminduk di desa Mayang, Jumat (30/8). 

BANGKAPOS.COM- Bupati Bangka Barat, Markus SH, bisa dikatakan baru sekitar lima bulan lebih memimpin Bangka Barat pasca dilantik awal-awal tahun 2019 lalu sebagai Bupati.

Meski tergolong waktu yang masih relatif singkat, sebagai kepala daerah, Markus sudah mulai gerak cepat dengan berbagai terobosan untuk mengejar ketertinggalan dari daerah lain selama ini, salah satunya pembenahan layanan administrasi kependudukan.

Lewat program kampung GISA atau gerakan Indonesia sadar administrasi kependudukan, Pemkab Bangka Barat melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) setempat memperluas cakupan layanan administrasi kependudukan (Adminduk) secara maraton ke semua desa/kelurahan di Bangka Barat.

"Sekarang ini percepatan dan perbaikan layanan Adminduk bagi warga yang belum punya terus kita galakan. Salah satunya kampung GISA, dimana dengan slogan "SATU DUSUN-DUA HARI-SATU MALAM", Disdukcapil berupaya memberikan layanan secara cepat dan tuntas. Tapi apabila dalam kurun waktu dua hari satu malam dan ternyata tidak semua warga terlayani karena keterbatasan waktu, maka selanjutnya perangkat desa kami minta menerima berkas yang dikumpulkan warga yang belum terlayani untuk diproses di Dukcapil, jadi tetap berlanjut," terang Plt.Kepala Disdukcapil, Iduwan, di desa Mayang, Jumat (30/8) siang.

Menurut Iduwan, gerak cepat layanan Adminduk bagi seluruh warga ini sejalan dengan semangat Bupati Markus demi terwujudnya Bangka Barat tertib administrasi kependudukan.

"Sejak 2019 di zaman Bupati Markus ini, Disdukcapil menerbitkan dokumen di tempat termasuk layanan e-KTP, KK, Akta Kelahiran, Akta Kematian juga pencatatan perkawinan," jelas Iduwan.

Iduwan tak menampik bahwa semangat warga terkait layanan Adminduk secara langsung dari desa ke desa ini menjadi hal yang ditunggu-tunggu warga.

"Bahkan kami di Dukcapil sudah dihubungi desa lain, minta dilayani di desanya. Mohon bersabar karena seluruh desa di Bangka Barat akan dijadwalkan. Ada 32 desa yang kita targetkan beres administrasi di 2019 ini," katanya mantap.

Markus, SH saat memantau suasana kegiatan administrasi kependudukan yang dilakukan oleh Disdukcapil Kab. Bangka Barat di desa Mayang, Kec. Simpang Teritip.
Markus, SH saat memantau suasana kegiatan administrasi kependudukan yang dilakukan oleh Disdukcapil Kab. Bangka Barat di desa Mayang, Kec. Simpang Teritip. (Ist/Humas Pemkab Bangka Barat)

GISA adalah sebuah gerakan untuk membangun ekosistem bagi semua pihak, masyarakat, pemerintah, dan lembaga pengguna, akan pentingnya sadar Adminduk ini.

Sadar Adminduk ditunjukkan dalam 4 hal, yakni sadar pentingnya dokumen kependudukan, pentingnya pemutakhiran data kependudukan, pentingnya pemanfaatan data kependudukan untuk semua urusan, dan pentingnya pelayanan administrasi kependudukan yang membahagiakan rakyat. (Humas Bangka Barat)

Penulis: Iklan Bangkapos
Editor: khamelia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved