Berita Sungailiat

Mulkan Sebut Kenaikan Iuran BPJS Harus Lihat Perekonomian, Tak Naik Saja Banyak yang Menunggak

Mulkan mengatakan dengan kenaikan Iuran BPJS maka akan berdampak pada perekonomian di masyarakat, perlu ada kajian bila benar terjadi kenaikan.

Mulkan Sebut Kenaikan Iuran BPJS Harus Lihat Perekonomian, Tak Naik Saja Banyak yang Menunggak
Dokumen Bangka Pos
Bupati Kabupaten Bangka, Mulkan 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Bakal naiknya Iuran BPJS Kesehatan ditanggapi berbeda-beda kepala daerah, seperti Bupati Kabupaten Bangka. Mulkan mengatakan dengan kenaikan Iuran BPJS maka akan berdampak pada perekonomian di masyarakat, perlu ada kajian bila benar terjadi kenaikan.

"Nanti kita lihatlah dulu, apapun peraturan pusat harus kita laksanakan perlu ada kajian juga, terkait perekonomian di masyarakat dengan tidak dinaikkan juga banyak kegagalan pembayaran. Peserta BPJS banyak juga tidak membayar iuran bulanan. Adapula ketika mau berobat harus membayar karena ada terutang sehingga ini harus menjadi kajian, nanti kita sampaikan seperti itu,"ungkap Mulkan pada bangkapos.com, Jumat (30/8/2019).

Ia mengungkapkan secara pribadi dan keluarga Mulkan tidak pernah berobat menggunakan BPJS, walaupun dirinya ada memiliki kartu tersebut.

"Kita tidak menggunakan BPJS kita memberikan ke masyarakat yang memang benar membutuhkan walaupun kita memiliki kartu BPJS. Ada dana bisa dimanfaatkan untuk orang lain,"tukasnya.

Sementara dikutip dari kompas.com, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memaparkan, peserta JKN kelas I yang tadinya hanya membayar Rp 80.000 per bulan harus membayar sebesar Rp 160.000. Kemudian untuk peserta JKN kelas II harus membayar iuran Rp 110.000 dari yang sebelumnya Rp 51.000. Sementara, peserta kelas mandiri III dinaikkan Rp 16.500 dari Rp 25.500 per bulan menjadi Rp 42.000 per peserta. Artinya besaran kenaikan iuran tersebut mencapai 100 persen. Adapun untuk Penerima Bantuan Iuran (PBI), besaran iurannya naik jadi Rp 42.000 dari yang sebelumnya Rp 23.000.

Kenaikan besaran iuran tersebut bakal bisa menutup defisit BPJS Kesehatan yang mencapai Rp 32,8 triliun. 

(bangkapos.com/Riki Pratama)
 

Penulis: Riki Pratama
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved