Pegawai Pemkot Pangkalpinang Belajar Jurnalistik

SEJUMLAH pegawai di lingkup Pemerintah Kota Pangkalpinang baik itu ASN maupun non ASN ikut berlatih penulisan berita jurnalistik bersama Bangka Pos

Pegawai Pemkot Pangkalpinang Belajar Jurnalistik
ist/Pegawai Pemkot Pangkalpinang Belajar Jurnalistik
SEJUMLAH pegawai di lingkup Pemerintah Kota Pangkalpinang baik itu ASN maupun non ASN ikut berlatih penulisan berita jurnalistik bersama Bangka Pos, Kamis (29/8) di Ruang OR Kantor Wali Kota Pangkalpinang. 

SEJUMLAH pegawai di lingkup Pemerintah Kota Pangkalpinang baik itu ASN maupun non ASN ikut berlatih penulisan berita jurnalistik bersama Bangka Pos, Kamis (29/8) di Ruang OR Kantor Wali Kota Pangkalpinang. Pelatihan penulisan berita ini ditujukan agar bidang humas setiap jajaran OPD bisa memaksimalkan ke­giatan yang ada dalam sebuah dokumentasi artikel atau berita.

Asisten II Setdako Pang­kalpinang, Suryo Kusbandoro menyampaikan, diadakan kegiatan ini untuk menjawab tantangan kedepan melatih kemampuan jurnalistik pegawai karena nantinya akan menjadi corong informasi yang bertanggung jawab memberitakan setiap kegiatan maupun program kerja internal di setiap OPD.

“Di era informasi publik ini pengelolaan dan data menjadi bagian yang sangat penting untuk penyelenggaraan pemerintahan,” kata Suryo dalam sambutannya mewakili Wali Kota Pangkalpinang.

Pihaknya berharap de­ngan pelatihan penulisan berita dapat memberikan ilmu dan wawasan di bidang jurnalistik sehingga nantinya peserta yang mengikuti kegiatan mampu mengelola informasi, publikasi dan dokumentasi program serta kegiatan unit kerja masing-masing.

Sementara, Vice GM Business Bangka Pos Group, Vivi mengatakan, kerja sama dalam penulisan berita ini merupakan wujud sinergi dan peran media bersama Pemkot Pangkalpinang. Dia berharap dengan diselenggarakannya pelatihan ini mampu memberi pemahaman dan diaplikasikan secara baik oleh peserta.

“Peserta akan diberikan pelatihan oleh divisi redaksi yang memang kompeten dibidangnya. Saya harap dengan diadakan kegiatan ini dapat memberikan pemahaman bagaimana penulisan berita dan mensukseskan rencana dari Pemerintah Kota Pangkalpinang,” tutur Vivi.

Dua editor Bangka Pos diturunkan untuk mengisi pelatihan di tengah-tengah peserta. Keduanya yakni Alza Munzi dan Edi Yusmanto, yang biasanya membidangi online di Bangka Pos. Penyampaian materi yang diberikan mengenai teknik dasar sebuah berita dan cara menulis.

“Zaman millenial ini angle berita yang anti mainstream itu yang lebih menarik pembaca. Yang tidak biasa bukan hanya seremonial saja. Misalnya, ketika ada acara Pemerintah Kota Pangkalpinang, ibu wali kota sedang memberikan makanan ke pak wali kota. Itu angle yang menarik pembaca ketimbang seremoni saja. Kalau seremoni saya yakin anak millenial malas bacanya,” kata Alza di hadapan peserta.
Materi-materi yang disampaikannya berupa jenis berita yang biasanya ditulis, seperti berita langsung, berita mendalam maupun investigasi. Kemudian bagaimana sebuah berita memiliki nilai yang dapat menjadi unsur kelayakan berita, seperti aktual, penting hingga nilai human interest.

Begitu pun yang disampaikan Edi Yusmanto, di zaman millenial seperti saat ini pada era digital, sebuah berita memerlukan foto dan video. Tanpa keduanya berita bida dikatakan hoaks. Edi juga menyebut, menulis harus menggunakan passion karena tulisan harus dibuat dengan rasa yang dituangkan oleh penulisnya.

“Kalau kata orang kampung saya, menulis itu harus punya passion. Ada taste-nya,” kata Edi.
Para peserta yang ikut juga diberi waktu untuk menulis satu berita yang nantinya akan dipaparkan dan dijelaskan kembali oleh narasumber. (adv/q6/may)

Editor: Evan
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved