Cerita Dokter Asal Aceh di Papua, 'Kita Baku Sodara' Fajri Merasa Terlindungi di Pedalaman Asmat

Kisah Dokter Asal Aceh di Papua, Merasa Terlindungi di Pedalaman Asmat

Cerita  Dokter Asal Aceh di Papua, 'Kita Baku Sodara' Fajri Merasa Terlindungi di Pedalaman Asmat
IST
Di Pedalaman Papua Dokter Fajri Nurjamil (33) memberi pelayanan kesehatan kepada salah satu warga di pedalaman Papua, Jumat (30/8/2019). 

Cerita Dokter Asal Aceh di Papua, 'Kita Baku Sodara' Fajri Merasa Terlindungi di Pedalaman Asmat

BANGKAPOS.COM -- "Apa yang saya alami selama 7 tahun bertugas untuk Tanah Papua, membuat saya berat untuk meninggalkan mereka. " 

Petikan kalimat itu dikirimkan Fajri Nurjamil (33) dalam sebuah pesan panjang melalui fasilitas Facebook Messenger Jumat (30/8) malam kepada Serambi.

Adapun Fajri bercerita, siang itu dia berhasil menunaikan shalat Jumat kedua di pedalaman Papua.

“Alhamdulillah, hari ini adalah jumatan kedua saya selama lagi berada di pedalaman kabupaten Asmat-Papua,” tulis Fajri Nurjamil.

Fajri, pemuda kelahiran Beureunuen Kabupaten Pidie, adalah dokter jebolan Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama, Aceh Besar.

Isi Chat Driver Ojol Wanita dengan Kaesang Pangarep Viral, Driver ini Minta Putra Jokowi Sabar Mas

Ia mulai bertugas di Papua dengan status dokter program PTT (Pegawai Tidak Tetap) Kemenkes RI, sejak 1 Juni 2013.

Sebelumnya, alumnus Dayah Jeumala Amal (DJA) Lueng Putu (MTs kelas 1 dan 2) serta Alfurqan Bambi (MTs kelas 3), dan SMAN 1 Mutiara ini, sempat mengabdi sebagai dokter bakti di Puskesmas Delima, di Gampong Aree, Pidie.

Dokter Fajri bertolak ke Papua bersama dua rekannya yaitu, Dokter Hidayat lulusan dari Fakultas Kedokteran Unaya dan Dokter Dewi lulusan dari Fakultas Unsyiah.

Dokter Fajri mendapat tugas di wilayah Kabupaten Asmat, sedangkan Dokter Hidayat ditempatkan di Kabupaten Puncak, dan Dokter Dewi di Kabupaten Yahukimo.

Halaman
1234
Editor: asmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved