Cerita Dokter Asal Aceh di Papua, 'Kita Baku Sodara' Fajri Merasa Terlindungi di Pedalaman Asmat

Kisah Dokter Asal Aceh di Papua, Merasa Terlindungi di Pedalaman Asmat

Cerita  Dokter Asal Aceh di Papua, 'Kita Baku Sodara' Fajri Merasa Terlindungi di Pedalaman Asmat
IST
Di Pedalaman Papua Dokter Fajri Nurjamil (33) memberi pelayanan kesehatan kepada salah satu warga di pedalaman Papua, Jumat (30/8/2019). 

Pada awal tahun 2015, Fajri sempat bertugas di Puskesmas Suru-Suru.

Si Kakak Cari Burung, Gadis Baduy ini Tewas Penuh Luka dan Bercak Sperma, Begini Dugaan Polisi

Di tempat tugas kedua ini yang berada di lembah pegunungan dan sangat jauh dari ibu kota Kabupaten Asmat, juga tidak ada masjid.

“Jadi kalau mau shalat Jumat atau shalat Id (hari raya), harus turun ke kota kabupaten Asmat, butuh waktu sekitar 6 sampai 8 jam, tergantung kondisi air di kali (sungai)," ujarnya.

Kita baku sodara

Selama 7 tahun berada di pedalaman Asmat, Fajri Nurjamil, suami dari Syafrina Ibrahim, semakin akrab dengan alam Papua.

Perawakan dan gaya bicaranya, seperti sering terlihat saat dia siaran langsung di Facebook, benar-benar mirip warga Papua.

Viral Video Mahasiswa-Model Banjarmasin di WhatsApp Berzina, Pelaku Tak Dijerat Hukum, Ini Jelasnya

Safan dan Koroway yang merupakan nama dua distrik tempat tugasnya di pedalaman Papua pun ditabalkan pada nama belakang dua buah hatinya, yaitu Faiqa Shadira Al Safan dan Fathia Hanifa Al Koroway.

Fajri yang memiliki wajah mirip Etoo, pesepakbola asal Kamerun, juga menyematkan nama Safan dan Koroway ini di akun Facebook miliknya.

Jadilah Facebook dia bernama Fajri Eto'o Al-Safan Al-Koroway.

Profesinya sebagai dokter, plus sikapnya yang ramah dan bersahaja, membuat Fajri dicintai masyarakat Papua.

Halaman
1234
Editor: asmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved