Berita Pangkalpinang

Golongan Darah AB dan Stok Trombosit Langka, Alat Pengolahan Trombosit Jadi Kendala PMI di Babel

Sekretaris PMI cabang Kota Pangkalpinang Wahyono mengakui golongan darah AB dan stok trombosit kerap langka di Pangkalpinang.

Golongan Darah AB dan Stok Trombosit Langka, Alat Pengolahan Trombosit Jadi Kendala PMI di Babel
Bangkapos.com/Dedy Qurniawan
Sekretaris PMI Cabang Pangkalpinang Wahyono 

BANGKAPOS.COM-- Sekretaris PMI cabang Kota Pangkalpinang Wahyono mengakui golongan darah AB dan stok trombosit kerap langka di Pangkalpinang. Ini menjadi kendala bagi PMI Pangkalpinang untuk memenuhi permintaan masyarakat.

Terkait trombosit misalnya, Wahyono menyatakan ini diperlukan pada penanganan-penanganan demam berdarah.

Trombosit diolah dari darah segar secara khusus dan dengan alat khusus. Masalahnya, kata Wahyono, tidak semua daerah di Babel memiliki alat pengolahan trombosit.

Di Babel hanya Pangkalpinang, Bangka Barat, dan Belitung yang memiliki alat ini.

"Jadi kalau orang minta trombosit itu, kami harus cari pendonor baru. Kalau alat di Pangkalpinang rusak, kami alihkan ke Bangka Barat, di sana harga darahnya cukup tinggi. Mencapai Rp 600.000 per kantong. Di Pangkalpinang sekitar Rp 360.000," jelas Wahyono di sela acara donor darah yang digelar PMI Babel bekerja sama dengan PMI cabang Kota Pangkalpinang dan Pemprov Babel di Kantor Gubernur Babel, Senin (2/9/2019)

Masyarakat di Pangkalpinang kerap membutuhkan trombosit. Pasalnya selain alatnya belum banyak di daerah-daerah, ibu kota juga merupakan banyak terdapat pusat rumah sakit rujukan.

Pihaknya berharap ada bantuan alat pengolahan trombosit ini. "Karena alatnya mahal," ucapnya.

Menurut Wahyono, ketersediaan darah memang masih menjadi kendala umum bagi Palang Merah Indonesia (PMI) di Bangka Belitung. Dalam sebulan, kebutuhan darah Pangkalpinang mencapai 900 kantung.

Pihaknya mengakali hal ini dengan cara melakukan aksi donor darah bekerja sama instansi pemerintah, pendidikan dan perusahaan.

"Kalau untuk pendonor datang ke PMI itu, memang masih kecil potensinya. Kalau kami kerja sama ke masyarakat misalnya, rata-rata pendonor baru semua itu," kata Wahyono. (Bangkapos.com/Dedy Qurniawan)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved