Advertorial

Keluarga Korban Kecelakaan Kembali Tuntut Boeing

RIBBECK Law Chartered, sebagai firma hukum yang mewakili sebagian besar keluarga korban kecelakaan maut pesawat Boeing 737 MAX 8

BANGKAPOS.COM-- Ribbeck Law Chartered, sebagai firma hukum yang mewakili sebagian besar keluarga korban kecelakaan maut pesawat Boeing 737 MAX 8, serta Global Aviation Law Group, Kamis (29/8/2019) mengajukan gugatan terhadap Boeing di Pengadilan Federal Amerika Serikat di Chicago atas nama salah satu keluarga korban dari Mesir.

Seiring dengan semakin bertambahnya jumlah korban kecelakaan pesawat Boeing 737 Max 8, para pakar industri mulai mempertanyakan apakah pesawat tersebut tak akan lagi diterbangkan.

Dalam sebuah panggilan konferensi penghasilan kuartal kedua pada tanggal 24 Juli 2019, CEO Boeing Dennis Muilenburg menyebutkan, bahwa perusahaan mempertimbangkan untuk menghentikan produksi pesawat 737 Max apabila pelarangan penerbangan untuk pesawat tersebut terus berlanjut.

Menurutnya, apabila pesawat 737 Max tidak segera kembali beroperasi, sekitar 12.000 karyawan yang bekerja di pabrik Boeing di Renton, Washington mungkin akan kehilangan pekerjaan mereka.
Ribbeck Law Chartered, telah mengajukan 44 gugatan terhadap the Boeing Company di Pengadilan Federal Chicago terkait dengan jatuhnya pesawat Boeing 737 Max 8.

"Hari ini (Kamis, 28/8-red) kami kembali mengajukan gugatan tambahan atas nama korban dari Mesir yang tewas dalam kecelakaan Ethiopian Airlines JT 302. Para keluarga korban menuntut uang kompensasi senilai lebih dari satu miliar dolar AS atas kerugian yang mereka derita," ungkap Manuel von Ribbeck dari Ribbeck Law Chartered.

Ribbeck Law Chartered dan Global Aviation Law Group mewakili 67 keluarga korban kedua kecelakaan tersebut, di mana sebagian besar korban merupakan penumpang dan awak kabin yang terdampak bencana Boeing 737 Max 8.

"Saat ini, kami sedang menyiapkan pengaduan dan akan terus mengajukan gugatan hukum tambahan di pengadilan Amerika Serikat untuk menegakkan keadilan demi para keluarga korban," ujar Manuel von Ribbeck.

Keluarga kehilangan

Gugatan terbaru ini diajukan oleh seorang ibu yang kehilangan putranya dalam kecelakaan Ethiopian Airlines JT 302. Gugatan ini merupakan satu dari beberapa gugatan baru yang dilayangkan terhadap Boeing sebagai perusahaan yang memproduksi pesawat 737 Max 8.

Enam korban tragedi tersebut merupakan orang-orang yang bekerja di Kementerian Luar Negeri Mesir.
"Ketika saya mengucapkan selamat jalan kepada putra saya, saya tidak menyangka momen itu akan menjadi yang terakhir kalinya saya melihat atau berbicara dengan putra saya," ujar ibu korban.

Halaman
1234
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved