Berita Pangkalpinang

Pejelasan Kepala Bulog Pangkalpinang Soal Komplain Masyarakat Tentang Beras Raskin

Bulog Pangkalpinang kerap menerima komplain dari masyarakat lantaran raskin yang disalurkan untuk masyarakat dianggap berkurang jumlahnya.

Pejelasan Kepala Bulog Pangkalpinang Soal Komplain Masyarakat Tentang Beras Raskin
bangkapos.com/Ryan A Prakasa
Kepala Bulog Cabang Pangkalpinang, Taufikuromah. 

BANGKAPOS.COM. BANGKA  -- Kepala Bulog Cabang Pangkalpinang, Taufiquromah menjelaskan Bulog Pangkalpinang kerap menerima komplain dari masyarakat lantaran raskin yang disalurkan untuk masyarakat dianggap berkurang jumlahnya.

"Waktu itu sering ada komplain dari masyarakat. Allasannya berkurangnya jumlah pasokan beras tersebut dikarenakan mengalami penyusutan saat perjalanan," ungkap kepala Bulog Cabang Pangkalpinang yang akrab disapa Fifi saat ditemui bangkapos.com di ruang kerjanya, Senin (2/9/2019) siang.

Fifi meyakini jika jabatan Ad (Kepala Gudang) kini diganti lantaran akibat perbuatan dianggapnya telah menyalahi aturan atau menyimpang dari tugas dan tanggung jawabnya.

Ia membenarkan jika mantan Kepala Gudang Bulog Pangkalpinang (Ad) bermasalah. Kini Ad di non job dan tak lagi menjabat sebagai Kepala Gudang Bulog Cabang Pangkalpinang 

"Nah kemarin salah satu faktor yang membuat dia (Ad) diganti. Nah saat saya masuk saya sering terima komplain dari masyarakat. Sudah saya selidiki dan saya turunkan tim untuk ke sana (lokasi gudang Bulog Pangkalpinang). Memang benar seperti itu. Dan memang saat itu ada kekurangan. Nah setelah saya mengetahui itu saya pun langsung mengambil keputusan (menggantikan Ad dari jabatan Kepala Gudang menjadi staf biasa)," terangnya.

Tak sebatas itu, Fifi pun mengaku jika ia sendiri meminta Ad agar mengembalikan kekurangan jumlah stok beras Bulog untuk disalurkan kepada masyakat.

"Saya pun minta ia (Ad) menggantikan kekurangan itu (jumlah stok beras). Saya tidak mau tahu pokoknya stok harus sama dengan angka sesuai tercantum dalam administrasinya," ungkapnya seraya menambahkan jika Ad pun dikenakan sanksi lainnya pula yakni sanksi penurunan jabatan.

Sayangnya Ad sempat dikonfirmasi melalui pesan singkat (whatsapp), Senin (2/9) siang ke sambungan nomor ponselnya namun tidak ada jawaban dari yang bersangkutan meski diketahui konfirmasi pesan singkat yang disampaikan itu telah dibaca Ad.

Bahkan hingga menjelang sore bangkapos.com mencoba kembali mengkonfirmasi yang bersangkutan (Ad) namun tetap tak ada jawaban atau penjelasan.

Sementara pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkalpinang melalui Kasi Intelijen Kejari Pangkalpinang, Leo Jimmy  saat dikonfirmasi terkait kasus di intansi Bulog Cabang Pangkalpinang diduga melibatkan seorang oknum mantan pejabat intansi setempat (Bulog Pangkalpinang) justru mengaku pihak Kejari Pangkalpinang belum menerima laporan.

"Kita belum terima laporannya. Namun jika ada masyarakat memang berniat melaporkan kasus di intansi itu kita siap menindaklanjutinya. Namun dengan catatan laporan yang disampaikan yakni secara tertulis," kata Leo saat itu didampingi Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pangkalpinang, Edowan 

(bangkapos.com/Ryan A Prakasa)

Penulis: ryan augusta
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved