Sedekah Kampung Desa Simpang Tiga dan Kepedulian Bupati Markus

Bupati Bangka Barat Markus SH menilai, kegiatan kebudayaan merupakan kekayaan dan aset daerah dan bangsa yang harus terus dijaga dan dilestarikan

Sedekah Kampung Desa Simpang Tiga dan Kepedulian Bupati Markus
Ist/Humas Pemkab Bangka Barat
Bupati Bangka Barat, Markus SH, menyampaikam sambutan saat menghadiri acara Sedekah Kampung di desa Simpang Tiga, Minggu (1/9). 

SIMPANG TERITIP - Bupati Bangka Barat Markus SH menilai, kegiatan kebudayaan merupakan kekayaan dan aset daerah dan bangsa yang harus terus dijaga dan dilestarikan.

Hal tersebut disampaikan Bupati Markus SH ketika menghadiri sedekah kampung desa Simpang Tiga ke-49, Minggu (1/9) kemarin.

"Bangka Barat ini salah satu daerah di Bangka Belitung yang memiliki banyak sekali tradisi budaya termasuk pesta adat sedekah kampung. Ini adalah sebuah kekayaan budaya dan tradisi bagi kita Bangka Barat yang harus terus dijaga, dilestarikan termasuk sedekah kampung di desa Simpang Tiga ini sebagai aset dan kekayaan daerah," kata Markus.

Menurut politisi PDI Perjuangan ini, melestarikan tradisi dalam suatu masyarakat sangat penting karena di dalamnya terkandung nilai-nilai yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

"Tradisi sedekah kampung merupakan ajang silaturahmi sekaligus ungkapan rasa syukur. Kita bersyukur kepada yang maha kuasa bahwa kita diberikan keberkahan lewat hasil panen yang melimpah, juga termasuk semakin memperkokoh jalinan silaturahmi antara pemerintah dan warganya," ujar Markus.

Suasana sedekah Kampung simpang tiga
Suasana sedekah Kampung simpang tiga (Ist/Humas Pemkab Bangka Barat)

Markus berharap, ke depan perayaan sedekah kampung ini hendaknya terus dipertahankan, dikembangkan, serta dijadikan wisata budaya di Bangka Barat.

Kepala desa Simpang Tiga, Sartojoyo, menyampaikan terimakasih kepada kepada Bupati Markus atas dukungannya demi menyukseskan tradisi turun temurun itu.

"Perhatian Pak Bupati Markus untuk acara adat ini luar biasa. Di tengah kesibukannya, beliau masih menyempatkan diri hadir di sini. Perhatian ini menunjukan kepeduliannya terhadap kelestarian budaya masyarakat di desa Simpang Tiga," pungkas Sartojoyo, sapaan karibnya.

Editor: Evan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved