Pedagang Dilarang Jual Minuman Beralkohol ke Konsumen Usia Kurang 21 Tahun, Ini Alasannya

Walaupun mengantongi izin namun para pedagang tak boleh menjual minuman beralkohol kepada sembarangan konsumen.

Pedagang Dilarang Jual Minuman Beralkohol ke Konsumen Usia Kurang 21 Tahun, Ini Alasannya
Dokumen Bangka Pos
ilustrasi- Danton Siaga selaku PPNS, Hery Hermanto saat menunjukan barang bukti minuman beralkohol yang disita dari pedagang, Senin (28/1/2019) di Kantor Satpol PP Kabupaten Bangka 

BANGKAPOS COM, BANGKA -- Walaupun mengantongi izin namun para pedagang tak boleh menjual minuman beralkohol kepada sembarangan konsumen. Sebab aturannya sudah jelas, hanya konsumen berusia minimal 21 tahun yang boleh membeli atau mengkonsumsi minuman ini.

"Untuk minuman beralkohol boleh dijual hanya kepada warga yang berumur 21 tahun ke atas, itu pun penjualan minuman beralkohol harus mengantongi izin terlebih dahulu," kata Kepala Kantor Satpol PP Bangka, Dalyan Amrie diwakili Kabid Perundang-Undangan, Acmad Suherman kepada bangkapos.com, Selasa (3/9/2019).

Aturan yang dimaksud menurut Suherman dijelaskan dalam peraturan daerah (Perda) yang sudah dibuat dan disahkan pemerintah.

"Sesuai dengan Perda Nomor 10 Tahun 2013 tentang retribusi izin tempat penjualan minuman beralkohol," katanya.

Suherman mengimbau para pemilik kafe dan hotel tidak menjadi pemicu hal-hal yang mengarah pada kemungkinan tak diinginkan, khususnya melibatkan kalangan anak usia bawah umur.

"Apa lagi sekarang menjamur dibuka kafe. Nah, jangan sampai tempat tersebut menjadi tempat mabuk-mabukan," tegas Suherman.

Pada kesempatan yang sama, Suherman memastikan dukungan Pol PP pada kemajuan sektor pariwisata. Namun kemajuan pariwisata hendaknya tak sampai merusak moral dan nilai-nilai positif yang diwariskan para leluhur. Intinya adat istiadat dan keyakinan beragama harus tetap dijunjung tinggi.

"Kita coba contoh Yogyakarta pariwisatanya maju dengan menjual unsur budaya, adat istiadat, keseniannya. Di daerah itu banyak turis datang, dari dalam negeri maupun luar negeri dan sudah mendunia. Maka tidak harus kemajuan pariwisata dengan menonjolkan hal hal 'minol' atau acara pesta kebarat-baratan seperti berpakaian minim," sindir Suherman.

(bangkapos.com/Fery Laskari)

Penulis: ferylaskari
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved