Berita Sungailiat

Pol PP Bangka Datangi Hotel dan Kafe di Sungailiat Terkait Laporan Warga dan LSM

Tim Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bangka mendatangi salah satu hotel dan kafe di jantung Kota Sungailiat Bangka

Pol PP Bangka Datangi Hotel dan Kafe di Sungailiat Terkait Laporan Warga dan LSM
Bangkapos.com/Ferry Laskari
Kabid Perundang-Undangan Satpol PP Bangka, Achmad Suherman 

BANGKAPOS.COM-- Tim Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bangka mendatangi salah satu hotel dan kafe di jantung Kota Sungailiat Bangka, Selasa (3/9/2019) 

Kedatangan Pol PP guna menindaklanjuti laporan warga dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang menyebut di tempat ini terjadi aktifitas dan perdagangan minuman beralkohol, diduga melangar etika.

"Kita telah menerima laporan warga dan LSM bahwa penjualan minuman beralkohol secara terbuka di tempat ini. Selain itu infonya bahwa ada acara pesta yang dilaksanakan di satu hotel di Sungailat yang diduga ada acara berpakaian kurang pantas," ungkap Kepala Kantor Satpol PP, Dalyan Amrie diwakili Kabid Penegakan Perundang-Undangan, Satpol PP Kabupaten Bangka, Achmad Suherman, Selasa (3/9/2019) kepada bangkapos.com.

Di dua tempat ini Pol PP kemudian menemui pihak manajemen atau pemilik tempat usaha. Kepada para pengelola tempat, Pol PP menyampaikan imbauan terkait adanya kelurahan warga dan LSM.

"Kami mengimbau agar penjual minuman beralkohol jangan terbuka, apalagi di daerah tersebut merupakan padat lalulintas masyarakat. Walaupun ada ijin penjualan minuman beralkohol golongan A jenis bir sampai kadar lima 5 persen alkoholnya, namun harus perhatikan dampaknya," kata Suherman.

Suherman mengaku telah menerima penjelasan pemilik atau pengelola kafe dan hotel yang tersebut. "Kami sudah bertemu dan menegur pihak hotel dan kafe tersebut. Klarifikasi mereka menyatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan acara tamu yang ulang tahun. Pihak hotel dan kafe beralasan hanya menyiapkan tempat," kata Suherman menyebut alasan pihak hotel dan kafe yang mereka datangi.

Namun demikian lanjut Suherman, apapun alasan pihak kafe dan hotel, seharusnya mereka mengindahkan etika dan budaya masyarakat sekitarnya. "Kami mengimbau agar pihak hotel dan kafe selektif agar tidak menimbulkan asumsi negatif. Hendaknya pemilik usaha dan juga para konsumen memperhatikan adat, budaya, kultur, norma masyarakat dan para pemeluk agama mayoritas," imbau Suherman. (Bangkapos.com/Fery Laskari)

Penulis: ferylaskari
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved