Aulia Kesuma Kenal Pupung Lewat Aplikasi Kencan Online, Ngaku Sempat Diancam Dibunuh Anak Tiri

Tersangka dalang pembunuhan, Aulia Kesuma (45), blak-blakan menceritakan kehidupan rumah tangganya dengan suaminya

Aulia Kesuma Kenal Pupung Lewat Aplikasi Kencan Online, Ngaku Sempat Diancam Dibunuh Anak Tiri
Dok Pribadi/Tribun Makassar
(dari kiri ke kanan) Aulia Kesuma, M Adi Pradana, dan Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili 

BANGKAPOS.COM--Tersangka dalang pembunuhan, Aulia Kesuma (45), blak-blakan menceritakan kehidupan rumah tangganya dengan suaminya, Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54) dan anak tirinya, M Adi Pradana alias Dana.

Aulia Kesuma mengaku menikah dengan Pupung Sadili pada 2011.

Awalnya, Aulia Kesuma dan Pupung Sadili berkenalan lewat aplikasi kencan online, Tagged, pada tahun 2011.

//

Namun, Edi menjelaskan kepada keluarganya bahwa mereka berkenalan sebagai rekan kerja.

Saat bertemu Dana, Aulia merasa Dana membutuhkan sosok seorang ibu dalam hidupnya sejak ayahnya “berpisah” dengan ibu kandungnya.

//

Pada awal perkenalan itu pun Dana menunjukkan sikap sayang terhadap Aulia.

Dana pula termasuk sosok yang membujuk Aulia untuk menikah dengan ayahnya.

"Jadi, waktu itu saya dikenalkan sama anaknya, Dana. Waktu itu karena saya merasa Dana itu dari kecil tidak punya sosok seorang ibu," ujar Aulia dalam wawancara bersama wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (3/9/2019).

"Enggak bisa tante, pokoknya tante harus menjadi ibunya aku," lanjut Aulia menirukan ucapan Dana.

Aulia Kesuma akhirnya memutuskan menikah dengan Edi. Pernikahan keduanya berlangsung pada 2011.

Di awal pernikahan, tak ada hambatan berarti bagi pasangan tersebut. Termasuk hubungan Aulia dengan anak tirinya, Dana.

Kehidupan pernikahan mereka berubah sejak Aulia meminjam uang total senilai Rp 10 miliar ke bank pada tahun 2013 untuk membuka usaha restoran.

Aulia harus mencicil uang senilai Rp 200 juta setiap bulan.

Ia sempat merasa stres dan memiliki niat untuk bunuh diri karena harus membayar cicilan tersebut.

Persoalan lain mulai tumbuh. Hubungan Aulia dan dana mulai tak harmonis.

Aulia Kesuma menyebut anak tirinya itu pernah mengancamnya melalu chat whatsapp (WA).

Chat WA itu berisi ancaman Dana akan membunuh Aulia Kesuma

Alasannya, Dana merasa hidupnya berubah sejak Aulia hamil anak hasil pernikahan dengan Pupung Sadili.

"Di situ ada bukti chat (percakapan) bahwa Dana pernah mempunyai niat untuk membunuh saya karena dia enggak suka waktu saya hamil Rena (anak Pupung dan Aulia). Dana waktu itu bilang bahwa 'hidup gue hancur gara-gara perempuan itu (Aulia)'," ujar Aulia sambil menahan tangis.

Aulia Kesuma lantas memberanikan diri untuk meminta Pupung menjual rumahnya di kawasan Lebak Bulus. Nantinya, uang hasil penjualan rumah itu akan digunakan untuk membayar utang.

Kendati demikian, permintaan Aulia itu ditolak oleh Pupung. Akhirnya Aulia pun merencanakan pembunuhan terhadap suami dan anak tirinya.

Pembunuh Bayaran Aulia Kesuma Kejang-kejang saat hendak Bunuh Pupung dan Anak, Terungkap Fakta Ini. Tersangka AK (45) mengenakan pakaian warna orange digiring sejumlah anggota polisi di Polres Sukabumi di Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (28/8/2019). ((KOMPAS.com/BUDIYANTO))
Pembunuh Bayaran Aulia Kesuma Kejang-kejang saat hendak Bunuh Pupung dan Anak, Terungkap Fakta Ini. Tersangka AK (45) mengenakan pakaian warna orange digiring sejumlah anggota polisi di Polres Sukabumi di Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (28/8/2019). (KOMPAS.com/BUDIYANTO) (KOMPAS.com/BUDIYANTO)

Kepolisian menyebut rencana pembunuhan itu sudah bergulir sejak Juli 2019. Adapun Pupung Sadili dan Dana dibunuh pada 23 Agustus lalu.

Terungkap, bahwa Aulia Kesuma ternyata cukup gigih berupaya membunuh suami dan anak tirinya.

Awalnya, Aulia Kesuma berencana membunuh Pupung dan Dana dengan cara santet. Ia meminta bantuan pada suami mantan asisten rumah tangganya berinisial RD untuk mencarikan dukun. Aulia bahkan memberikan uang bayaran senilai Rp 40 juta kepada RD.

"Tersangka AK mencari dukun untuk menyantet korban (Edi dan Dana) biar meninggal. Dia mengeluarkan uang Rp 40 juta untuk biaya ke dukun untuk santet suaminya," terang Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono.

Namun, upaya itu gagal. Pupung dan anak tirinya tidak terpengaruh apa pun dari upaya santet tersebut. 

Karena upaya santetnya gagal, Aulia Kesuma kembali meminta bantuan RD untuk dicarikan senjata api.

Namun, Aulia Kesuma hanya mampu membayar Rp 35 juta dari harga senjata api Rp 50 juta.

"Rencana kedua itu pun batal karena harga senjata apinya terlalu mahal," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Suyudi Ario Seto, seperti dikutip dari Kompas.com.

Terakhir, Aulia Kesuma memutuskan untuk membunuh suami dan anak tirinya dengan cara diracun dan dibakar.

Ia pun meminta pada RD untuk dicarikan pembunuh bayaran. Ia menjanjikan uang Rp 500 juta jika berhasil membunuh suami dan anak tirinya.

RD kemudian membawa para eksekutor, yakni AG, SG, dan AL. Eksekutor AG dan SG kini mendekam di sel tahanan Mapolda Metro Jaya.

Keempat eksekutor itu, termasuk RD, kemudian bertolak dari apartemen di wilayah Pejanten, Jakarta, menuju rumah Aulia Kesuma di Lebak Bulus.

Akan tetapi, saat menuju rumah Aulia Kesuma, eksekutor AL disebutkan kesurupan.

AL mengalami kejang-kejang seperti sakit ayan. RD kemudian mengantarkan AL kembali ke apartemen. Sehingga hanya dua eksekutor yakni AG dan SG yang bertolak ke rumah Aulia Kesuma.

Di kediaman Aulia, kedua eksekutor itu bersembunyi di dalam garasi sembari menunggu perintah Aulia Kesuma.

Adapun Aulia Kesuma kemudian menyiapkan obat tidur dosis tinggi agar Pupung Sadili tertidur lelap. Aulia Kesuma kemudian mengajak suaminya untuk berhubungan badan.

"Sebelum melakukan hubungan suami istri itu, Edi Chandra sudah meminum jus tersebut, minumnya di ruang tamu sebelum masuk ke kamar," kata Nasriadi.

Setelah melakukan hubungan suami istri, Pupung kemudian melakukan yoga seperti kebiasaannya sebelum tidur. Namun, karena efek dari obat tidur, korban tertidur di lantai dengan posisi terlentang.

"AK (Aulia Kesuma) memastikan korban apakah tidur pulas apa belum. Setelah diyakini pulas, sekitar pukul 21.30, AK memanggil si SG sama AG (eksekutor) untuk masuk ke ruangan tersebut. Nah, di situlah dilakukan eksekusi terhadap Edi Chandra (Pupung) dengan cara dibekap dengan handuk yang sudah dibaluri dengan alkohol, tangan dipegang dan sebagainya sampai diyakini korban meninggal dunia," kata Nasriadi.

Setelah itu, para eksekutor bergegas kembali bersembunyi menunggu kedatangan korban kedua yakni Dana yang sedang berada di luar rumah.

Ketika Dana pulang, pemuda 23 tahun itu langsung menuju kulkas mengambil jus yang telah ditaburi dengan obat tidur. Kemudian Dana dibunuh pada pukul 24.00 WIB oleh para eksekutor dibantu Aulia Kesuma dan Kelvin.

Aulia Kesuma Merasa Lega
Seusai membunuh suami dan anak tirinya, Aulia Kesuma mengaku merasa lega. Perasaan lega muncul karena rumah suaminya di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, akan disita oleh bank guna melunasi utangnya senilai Rp 10 miliar.

Adapun total utang Aulia Kesuma mencapai Rp 10 miliar. Setiap bulan, ia harus membayar cicilan sebesar Rp 200 juta.

"Maksudnya lega itu, iya saya sempat mengucapkan alhamdulillah dalam hati. Akhirnya, saya lepas dari utang yang benar-benar menghimpit saya, yakni Rp 200 juta per bulan," kata Aulia Kesuma dalam wawancara kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Selasa (3/9/2019).

Ucapan Aulia Kesuma membuat penyidik yang mendengar pengakuannya, geleng-geleng kepala.

Aulia mengaku sempat merasa stres dan berencana bunuh diri karena harus membayar cicilan tersebut. Ia memberanikan diri untuk meminta Pupung Sadili menjual rumahnya di kawasan Lebak Bulus.

Nantinya, uang hasil penjualan rumah itu akan digunakan untuk membayar utang. Kendati demikian, permintaan Aulia itu ditolak oleh Pupung Sadili.

Atas penolakan tersebut, Aulia Kesuma merasa sakit hati dan mulai merencanakan pembunuhan terhadap suami dan anak tirinya.

Ia berharap, rumahnya dapat disita oleh bank setelah menghabisi nyawa Edi dan anak tirinya, Dana.

"Saya pikirannya waktu itu simpel (sederhana) saja. Dengan Pak Edi enggak ada (meninggal), Dana enggak ada, rumah itu bisa disita bank dan sisanya (uang) juga enggak banyak," ucapnya.

"Setelah itu, saya bisa hidup damai dengan Rena (anak Edi dan Aulia)," imbuh Aulia.

Pembunuh Bayaran Sempat Tak Tega
Pembunuh bayaran yang disewa Aulia Kesuma gagal saat berupaya membakar jasad Pupung Sadili dan Dana. Merasa tak tega, pembunuh bayaran itu memadamkan obat nyamuk yang digunakan untuk membakar jasad Pupung dan Dana. Pemadaman dilakukan dengan diludahi.

Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Suyudi Ario Seto menjelaskan, Aulia Kesuma dan tersangka lainnya berencana membakar rumah untuk membuat orang-orang mengira Pupung dan Dana tewas karena kebakaran.

Mereka pun menyiapkan barang untuk membakar kediaman Pupung di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Yakni tiga obat nyamuk spiral dan tiga kain yang telah disiram bensin.

Aulia Kesuma berharap rumah di Lebak Bulus terbakar selang 12 jam setelah dinyalakan pada Sabtu (24/8/2019) pukul 07.00 WIB.

"Perencanaan berikutnya adalah membakar rumah seolah-olah meninggal karena terbakar. Dibuatlah tiga komponen pembakar dengan obat nyamuk spiral dan diletakkan kain yang sudah disiram bensin di samping obat nyamuk," tutur Suyudi dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan.

Tiga obat nyamuk tersebut kemudian diletakkan di ruang berbeda, yaitu kamar Pupung di lantai satu, kamar Dana di lantai dua, dan garasi.

Namun, seorang pembunuh bayaran berinisial S merasa tak tega dan memilih memadamkan obat nyamuk tanpa sepengetahuan Aulia Kesuma.

"Namun saat obat nyamuk dibakar, S berubah pikiran, timbul ketidaktegaan. Obat nyamuk di garasi dan di kamar ED (Pupung) dimatikan dengan cara diludahi," ungkap Suyudi.

Obat nyamuk tersebut hanya membakar kamar Dana di lantai dua. Peristiwa itu sempat diketahui warga dan api berhasil dipadamkan pada Sabtu malam pukul 19.00 WIB.

Karena rencana gagal, Aulia Kesuma dan anak kandungnya, Kelvin, kemudian membawa jasad Pupung dan Dana ke Sukabumi, Jawa Barat untuk dibakar di dalam mobil.

Kelvin hingga kini masih menjalani perawatan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur karena terkena luka bakar saat berusaha membakar ayah tirinya yang sudah tak bernyawa di dalam mobil. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Polisi sampai Geleng-geleng Kepala saat Aulia Kesuma Ngaku Lega seusai Bunuh Suami dan Anak Tirinya

Editor: khamelia
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved