Nyata, Buaya Tiba-tiba Mati Diduga Akibat Mendengar Suara Musik yang Sangat Keras Dekat Kandang

Nyata, Buaya Tiba-tiba Mati Diduga Akibat Mendengar Suara Musik yang Sangat Keras Dekat Kandang

Nyata, Buaya Tiba-tiba Mati Diduga Akibat Mendengar Suara Musik yang Sangat Keras Dekat Kandang
istimewa
(Ilustrasi Buaya Mati ) Camat Gantung, Zikril saat mengevakuasi buaya mati ke dalam bak mobil bersama warga kecamatan Gantung, Sabtu (20/4/2019) 

Bangkai seekor buaya sinyulong yang ditemukan di Desa Pulau Temiang, Tebo Ulu, Tebo, Sabtu (10/8/2019) akhirnya dikuburkan pada Minggu (11/8/2019).

Kepala Resort Tebo Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi, Hefa Edison, mengatakan penguburan itu dilakukan setelah sempat diamankan di Polsek Tebo Ulu.

"Sudah dikubur," singkatnya, saat dihubungi melalui pesan tertulis.

Dari hasil pemeriksaannya, tidak ditemukan adanya peluru yang masih menempel di kulit buaya itu.

Selain itu, dari informasi yang dia peroleh, di perut buaya ditemukan jaring plastik dan benda lainnya.

Namun pihaknya tidak menemukan adanya bangkai manusia dalam perut buaya.

"Tidak ada kerangka manusia. Info buaya memangsa manusia, tidak ada bukti yang pasti," tukasnya.

Kata dia, buaya itu diperkirakan berukuran 5,5 meter.

Dia membenarkan adanya informasi buaya memakan manusia pada Februari 2018 lalu. Namun saat itu, buaya pemangsa manusia tersebut tidak ditemukan.

Sebelumnya diberitakan, buaya itu ditemukan sekitar pukul 16.45 WIB di Sungai Batanghari, Desa Pulau Temiang.

Satu di antara warga yang berhasil Tribunjambi.com konfirmasi mengatakan, buaya itu telah diintai warga sejak beberapa hari terakhir. 

Dan tindakan yang dilakukan warga, kata dia, lantaran buaya itu telah meresahkan warga, khususnya Pulau Temiang.

"Tadi sekitar pukul 16.45 WIB buaya itu bertengger di kayu lapuk di pinggir sungai. Kebetulan air surut," terangnya.

"Sama-sama warga mengintai, lalu menembak. Pertama (yang ditembak) tengkorak kepalanya dengan senapan gobok," katanya.

Dia mengatakan, buaya sinyulong itu sudah terlihat oleh warga beberapa hari terakhir.

Lebih lanjut, informasi yang dia peroleh, buaya itu diduga telah memakan korban.

"Sudah makan korban, empat orang dewasa, dua anak-anak. Saya kebetulan yang memandikan jenazahnya," jelasnya.

Dia menjelaskan, di daerah tersebut terdapat banyak buaya. Selain buaya sinyulong yang diperkirakan berbobot sekitar 1 ton itu, masih ada sedikitnya tiga buaya berukuran besar lainnya.

Buaya itu, kata dia, ditangkap di Sungai Batanghari, Pulau Sangka, Dusun Pulau Puro.

Sebelumnya, terangnya, sudah banyak upaya yang dilakukan warga untuk menangani masalah buaya tersebut. Mulai dari membaca yasin bersama, hingga mendatangkan tim SAR.

"Dulu sudan ada tim SAR, polisi, dan warga coba setrum dan datangkan pawang buaya. Tapi buayanya malah tambah banyak," tukasnya.

Dia berharap ada jalan keluar untuk mengatasi masalah buaya tersebut. Terlebih pada musim kemarau dan air surut, hampir semua warga di pinggir Sungai Batanghari melakukan aktivitas MCK di sungai.

Penjelasan BKSDA

Kepala Resort Tebo BKSDA Jambi, Hefa Edison membenarkan adanya informasi itu.

Namun dia menyanggah keterangan warga terkait adanya penyerangan yang dilakukan buaya terhadap manusia.

"Jenis buaya sinyulong sangat jarang menyerang manusia," jelasnya.

Buaya Sinyulong 5,5 meter seberat 1 ton di Tebo, Provinsi Jambi (IST)
Buaya Sinyulong 5,5 meter seberat 1 ton di Tebo, Provinsi Jambi (IST) 

Saat ini pihaknya masih berkoordinasi terkait penanganan masalah buaya tersebut.

Pihaknya sangat menyayangkan tindakan warga yang melakukan penembakan terhadap satwa dilindungi itu.

"Kalau memang meresahkan, mestinya bisa melapor pada pihak BKSDA untuk penanganan konflik satwa liar," ungkapnya.

Untuk ke depan, kata dia, masyarakat dapat menghubungi call center BKSDA melalui sambungan selular atau SMS ke nomor 081373372732, atau whatsapp 082377792384.

(Mareza Sutan A J / Tribunjambi.com )

Artikel ini telah tayang di Tribunjambi.com dengan judul Bangkai Buaya Sinyulong 5,5 Meter di Tebo Mulutnya Diganjal Tonggak, Warga Duduk dan Injak Badan

Artikel ini telah tayang di Intisari online dengan judul, “Akibat Terganggu Dengan Suara Sound yang Terlalu Keras, Seekor Buaya Mati dalam Kondiri Mengenaskan”

Editor: zulkodri
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved