Berita Sungailiat

Mulkan Kunjungi Rusunawa Kampung Nelayan II, Minta Rusun Cepat Diresmikan dan Segera Ditempati

Mulkan mengharapkan akhir tahun atau awal tahun, Rusunawa bisa ditempati masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal, baik warga nelayan dan warga

Mulkan Kunjungi Rusunawa Kampung Nelayan II, Minta Rusun Cepat Diresmikan dan Segera Ditempati
bangkapos.com/Riki Pratama
Bupati Bangka Mulkan mengecek setiap ruangan yang ada didalam Rusunawa kampung Nelayan II, Kecamatan Sungailiat, foto diambil, Kamis (5/9/2019). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Bupati Kabupaten Bangka Mulkan melakukan kunjungan ke Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) yang berada di lingkungan Nelayan II, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, pada Kamis (5/9/2019) siang.

Tujuan Mulkan bersama rombongan mendatangi rumah susun tersebut, melihat fasilitas apa saja yang ada didalam kamar rusun tersebut.

Setiap kamar rusun, memiliki fasilitas dan ukuran yang sama. Fasilitas itu seperti meja dan kursi tamu, meja dan kursi makan, dua buah ruang kamar tidur yang masing-masing memiliki tempat tidur, ruang dapur dan kamar mandi yang siap untuk dihuni.

"Ini masih menjadi aset Pemerintah Pusat kita masih menunggu dialihkan ke Pemerintah Daerah agar nanti menjadi tanggungjawab dan aset Kabupaten Bangka,"jelas Mulkan kepada wartawan, Kamis (5/9/2019) disela kunjunganya.

Mulkan mengharapkan akhir tahun atau awal tahun nanti, Rusunawa telah bisa ditempati masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal, baik warga nelayan atau warga umum lainnya.

"Peresmian ini kita kejar cepat akhir Desember ini, Rusun ini sebenarnya untuk masyarakat nelayan tetapi tidak menutup kemungkinan, yang tidak memiliki rumah ini namanya sewa juga ada batas untuk tiga tahun tinggal disini, untuk mereka ada pergantian nanti, untuk mengatasi, mereka yang belum memilik tempat tinggal, selama tiga tahun saja,"lanjutnya.

Mulkan mengatakan Rusunawa ini sifatnya rumah singgah, untuk warga tidak memiliki tempat tinggal selama tiga tahun saja dengan harga sewa rumah yang masih belum ditentukan.

"Sifatnya sementara rumah singgah sebelum punya rumah, jangan sampai terus menerus, ada giliran bergantian, nanti ada ketentuan peraturan Bupatinya mengatur termasuk sewa dan batas waktu,"lanjutnya.

Lebih jauh, ia menjelaskan pembangunan Rusunawa yang menghabiskan anggaran APBN sebesar RP 11,9 milyar dengan 42 kamar ini diharapkan Mulkan tidak menjadi tempat komersilkan atau mencari untung oknum yang bermain di Rusunawa ini.

"Sarana sudah disiapkan semua ada dan jangan sampai ada oknum di komersilkan tidak seperti itu. Ini merupakan langkah kita untuk persiapkan yang terkena pengembangan Kotaku tanpa kumuh, warga yang terkena dampak akan ditempatkan disini,"tukasnya

(bangkapos.com/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved