Breaking News:

Sosok Veronica Koman Aktivis yang Kini Jadi Tersangka Provokasi Asrama Papua

Perkembangan kasus kerusuhan di Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya masih terus berjalan. Setelah Tri Susanti, polisi telah menetapkan tersangka baru

twitter.com/papua_satu
Berikut enam fakta Veronica Koman, tersangka baru kasus rasisme mahasiswa Papua: Dicap sebagai pengkhianat bangsa dan pernah menghina Jokowi. 

Amerika, kata dia, justru berperan dalam konflik Suriah yang menghasilakan pengungsi terbesar di dunia.

3. Pernah Dicap Pengkhianat

Aktivis Papua Barat Victor Yeimo dan pengacara Indonesia, Veronica Koman, di PBB Jenewa.
Aktivis Papua Barat Victor Yeimo dan pengacara Indonesia, Veronica Koman, di PBB Jenewa. (Veronica Koman)

Veronica mengaku pernah dicap sebagai pengkhianat bangsa oleh para rekan di Indonesia.

Hal ini disampaikannya melalui wawancara bersama Guardian, 19 April 2019 silam.

Dalam artikel Guardian berjudul "‘It opened my eyes’: the Indonesian woman fighting for West Papuan rights", Veronica menceritakan pengalamannya pada rapat umum Desember 2018 silam.

Massa Pengunjuk Rasa di Jayapura Merasa Ditipu, Kini Tidak Mau Lagi Ikut Aksi Demonstrasi

Pada rapat itu, dia mengaku dilempari batu oleh rekan-rekan Indonesia.

Veronica merasa telah menjadi sasaran khusus para kelompok anti-separatis.

"Itu sangat kasar ... orang-orang berteriak pada saya: 'Anda pengkhianat, Anda mendanai separatisme ini'," kata Veronica dalam wawancara tersebut.

4. Pernah Hina Jokowi

Veronica Koman.
Veronica Koman. (TRIBUNJATIM.COM)

Veronica Koman mulai dikenal pertama kali pada 2007 dikarenakan orasi yang dilontarkan mengandung unsur penghinaan kepada Presiden Jokowi dan Presiden SBY.

Dilansir Tribun Jatim, Veronica Koman dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (13/5/2017) siang atas dugaan melakukan penghinaan terhadap presiden.

Dalam orasinya, Veronica Koman menyebut jika rezim Presiden Jokowi lebih parah daripada rezim Presiden SBY pada saat unjuk rasa yang dilakukan pada 9 Mei 2017 di depan Rutan Cipinang Jakarta.

Unjuk rasa tersebut terkait penahanan Ahok. 

Kapolri Ungkap Peran Asing dalam Kerusuhan Papua hingga Pendemo Merasa Ditipu

Mendagri Tjahjo Kumolo juga mengirimkan surat kepada Veronica Koman untuk segera membuat permintaan maaf secara terbuka terkait apa yang diungkapkannya ketika berorasi di depan para pengunjuk rasa saat itu.

Tjahjo Kumolo pun mengancam membawa masalah ini ke jalur hukum, jika Vero dalam sepekan tak memberikan klarifikasi. 

5. Provokator di Medsos

Dalam siaran langsung Kompas TV, Luki menyebutkan, Veronica Koman sangat aktif melakukan provokasi di media sosial tentang isu-isu Papua.

"Yang bersangkutan sendiri tidak ada di lokasi saat aksi protes bendera di Asrama Papua Surabaya 16 Agustus lalu. Saat itu dia dikabarkan berada di luar negeri," kata Luki.

Namun, meski tidak ada di lokasi, Veronica melalui akun media sosialnya sangat aktif mengunggah ungkapan maupun foto yang bernada provokasi.

Sebagian unggahan menggunakan bahasa Inggris.

Luki menyebut beberapa postingan bernada provokasi seperti pada 18 Agustus 2019.

"Mobilisasi aksi m***** turun ke jalan untuk besok di Jayapura", tulis Veronica di Twitter.

Ada juga "Moment polisi mulai tembak asrama Papua. Total 23 tembakan dan gas air mata."

Selain itu, juga ada postingan "Anak-anak tidak makan selama 24 jam, haus dan terkurung disuruh keluar ke lautan massa".

Lalu, "43 mahasiswa Papua ditangkap tanpa alasan yang jelas, 5 terluka, 1 terkena tembakan gas air mata".

Dasar penetapan tersangka selain mendalami bukti di media sosial, juga ada 3 saksi dan 3 saksi ahli.

Veronica Koman dijerat sejumlah pasal di 4 undang-undang, pertama UU ITE, UU 1 tahun 46, UU KUHP pasal 160, dan UU 40 tahun 2008.

6. Diduga Terlibat Kerusuhan di Papua

Luki menjelaskan, saat kejadian di AMP Surabaya, Veronica tidak ada di tempat.

Namun, dirinya aktif menyebarkan hoaks dan provokasi di media sosial Twitter.

"Pada saat kejadian kemarin yang bersangkutan tidak ada di tempat, namun di media sosial Twitternya yang bersangkutan sangat aktif mengajak memprovokasi."

"Ada seruan mobilisasi aksi monyet turun ke jalan di Jayapura pada 18 Agustus 2019," kata Luki, dikutip Tribunnews dari Kompas.com.

Selain itu, Polda Jatim juga menduga peristiwa kerusuhan di beberapa daerah Papua karena keterlibatan langsung dari Veronica Koman melalui postingan provokatifnya di Twitter.

 
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul 6 Fakta Veronica Koman, Tersangka Provokasi Asrama Papua: Dicap Pengkhianat, Pernah Hina Jokowi
Penulis: tidakada006
Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved