Berita Pangkalpinang
Babel Sosial Peduli Berupaya Membantu Kalangan yang Kurang Mampu
Komunitas ini terdiri dari guru, siswa, mahasiswa, dan alumni mahasiswa berupaya membantu kalangan yang kurang mampu.
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Babel Sosial Peduli berdiri pada tanggal 27 Juni 2019. Komunitas ini terdiri dari guru, siswa, mahasiswa, dan alumni mahasiswa berupaya membantu kalangan yang kurang mampu.
"Awal mula komunitas ini bernama BabelM2C.ent terbentuk saat beberapa anggota menjadi model di acara GTK PAUD. Seiring berjalan waktu, komunitas ini banyak ikutserta dalam kegiatan sosial sehingga berubah menjadi Babel Sosial Peduli," ungkap Ketua Babel Sosial Peduli, Ahmad Husein Saputra saat mendatangi bangkapos.com beberapa waktu lalu.
Komunitas ini dibawah dewan pembinaan, Margarita ST MM yang juga menjabat sebagai Komisioner KPU kota Pangkalpinang. Penasehat Meiliani Pitriana, dan Siska Jayanti. Silsilah anggota komunitas yakni Achamad Husein Saputra (Ketua) Bagus Setyadi (Wakil Ketua), Gitra Eriwijaya (Sekretaris), Viony Sukriya Putri (Wakil Sekretaris), Melvi Tania (Wakil Bendahara) Gresita Dewi Sabrila, dan Eriko Purnama (Humas & SDM) serta Rachman Rivaldi (Anggota).
"Selain itu, komunitas ini tidak hanya fokus terhadap kegiatan sosial, tetapi juga berupaya memajukan pariwisata yang ada di Bangka Belitug," ungkap Penasehat Komunitas, Meiliani Pitriani.
Visi Babel Sosial Peduli adalah menjadi komunitas sosial terpercaya sehingga terwujudnya remaja yang perduli terhadap lingkup kehidupan ekonomi, sosial, pendidikan, kebudayaan dan pariwisata yang peduli, mandiri, kreatif, dan inovatif.
Misi Babel Sosial Peduli : (1). Menyelenggarakan kegiatan sosial kreatif berbasis generasi muda sebagai pusat kegiatan. (2). Membanggun kerjasama antar lembaga /kelompok lain yang memiliki tujuan sama. (3). Mendidik generasi muda melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan yang berkualitas. (4). Mewujudkan generasi muda yang peduli, mandiri, kreatif dan, inovatif.
"Harapan segera legalitas komunitas ini. Kemudian dengan diadakan komunitas ini, agar dapat membantu kalangan yang membutuhkan serta membangkitkan nilai kemanusiaan generasi muda saat ini, untuk saling membantu," ungkap Meiliani.
Walaupun komunitas ini belum lama dibentuk, sudah melakukan beberapa kegiatan sosial seperti membantu Ataya Surya menderita penyakit komplikasi, Muhammad Dirgantara menderita jantung bocor, membantu biaya pendidikan Yulia, anak yang mau melanjutkan SMP tapi kurang mampu, serta memberikan 19 bingkisan berisi kue lebaran buatan tangan komunitas sendiri saat Idul Fitri Tahun 2019 kemarin.
(Bangkapos.com/ Cici Nasya Nita)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/babel-sosial-peduli.jpg)