Balai Karantina Pangkalpinang Gagalkan Penyulundupan Ribuan Burung

Balai karantina wilayah kerja pelabuhan Pangkalbalam berhasil melakukan penangkapan terhadap mobil truk yang membawa muatan satwa jenis burung

Balai Karantina Pangkalpinang Gagalkan Penyulundupan Ribuan Burung
bangkapos.com/Ferdi Aditiawan
Burung yang dimankan balai karantina pertanian kelas II Pangkalpinang 

Petugas pun memberi label dan segel karantina pada kemasan boks tersebut untuk selanjutnya dilakukan penahanan.

Burung-burung tersebut akan dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui adanya tidaknya penyakit flu burung.

Apabila diperoleh hasil negatif maka selanjutnya akan diserah terimakan ke BKSDA untuk dilepas liarkan.

Dikatakan Saifudin, menurut undang-undang Nomor 16 tahun 1992 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan pasal 6 huruf a, setiap media pembawa yang dibawa atau dikirim dari satu area ke area yang lain di dalam wilayah Republik Indonesia wajib dilengkapi dengan sertifikat karantina.

Dalam rangka menjaga kelestarian sumber daya alam hayati hewani maka terhadap media pembawa burung tersebut akan dilakukan tindakan pelepasliaran bersama BKSDA sesuai undang-undang nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.

Akan Dilepas

Yusmoyono kepala BKSDA Bangka Belitung mengucapkan terima kasih kepada balai karantina karena telah berhasil menggagalkan penyulundupan burung colibri ini .

Yusmoyono menuturkan perburuan burung colibri ini untuk populasi nya sekarang berkurang karena sering diburu jadi lama kelamaan akan punah.

Yusmoyono menambahkan burung colibri ini banyak ditemukan di daerah mangrove

"Jadi akan kita lepas liarkan di daerah mangrove yang ada di bangka belitung ini tepatnya di daerah muntok sekitar pukul 07.30 pagi besok," kata Yusmoyono

Lebih lanjut Yusmoyono menambahkan untuk para penyelundup burung Colibri ini dikenakan hukuman lima tahun penjara sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Dikatakan Yusmoyono tujuan mereka membawa burung ini dari bangka menuju jakarta untuk diperjual belikan dijadikan burung kicau dan diikutkan kontes. (Cr3)

Penulis: Maggang (mg)
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved