Postingan FB Gunakan Senjata Milik Anggota Polres Pangkalpinang Viral, Andre Jalani Sidang Disiplin

Andre Pascal yang merupakan satu-satunya warga sipil yang ikut dalam sidang disiplin. Namun kehadiran Andre adalah sebagai saksi atas perkara viral

Postingan FB Gunakan Senjata Milik Anggota Polres Pangkalpinang Viral, Andre Jalani Sidang Disiplin
dok bangka pos
Kabag Ops Polres Pangkalpinang Kompol Jadiman Sihotang. 

Postingan FB Gunakan Senjata Milik Anggota Polres Pangkalpinang Viral, Andre Jalani Sidang Disiplin 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Polres Pangkalpinang menggelar sidang disiplin terhadap beberapa anggota Polres Pangkalpinang, Jumat (06/09/2019)

Sidang yang dipimpin Wakapolres Pangkalpinang Kompol Nur Samsi digelar di ruang Anton Sujarwo Polres Pangkalpinang.

Dalam sidang disiplin kali ini terdapat lima orang yang menjalani sidang. Namun satu dari lima orang tersebut merupakan warga sipil yang ikut jalani sidang.

Andre Pascal yang merupakan satu-satunya warga sipil yang ikut dalam sidang disiplin. Namun kehadiran Andre adalah sebagai saksi atas perkara viralnya postingan di Facebook (FB).

Sebelumnya Andre Pascal membuat postingan dirinya menggunakan senjata milik anggota Polres Pangkalpinang. Hal ini lah yang membuat dirinya ikut dalam persidangan kali ini.

"Saat itu pada tugas pemilu kejadiannya, foto dirinya memegang senjata dimasukkan ke Facebook. Dalam waktu sekitar dua jam itu viral langsung di cut oleh kami. Itu merupakan kelalaian anggota kami dan dihukum 14 hari ditempat khusus," ujar Kabag Ops Polres Pangkalpinang Kompol Jadiman Sihotang.

Lebih lanjut tiga orang lainnya merupakan anggota Polres Pangkalpinang. Tiga orang berpangkat Bintara dan satu orang lainnya berpangkat Perwira.

"Tadi memang betul ada sidang disiplin masalah larinya tahanan narkoba. Akibat kelalaian yang jaga, siaga dan Pawas diberikan tindakan," tuturnya.

Dalam sidang disiplin tersebut, Polres Pangkalpinang memberikan hukuman ditempatkan di tempat khusus.

"Hukumannya ada ditempatkan di tempat khusus bisa masuk sel atau bisa berupa piket. Lamanya ada yang 21 hari dan ada yang hukuman pendidikannya ditunda dua periode," lanjutnya.

Sementara itu Kompol Jadiman mengimbau kepada anggota untuk dapat bekerja sesuai Standar Operasional Prosedur.

"Kami mengimbau kepada seluruh personil, janganlah melanggar kode etik atau tindak pidana. Mari kita bekerja sesuai dengan standar operasional prosedur kepolisian," tutupnya.

(Bangka Pos/Rizky Irianda Pahlevy).

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved