Berita Sungailiat

Warga Resah Lahan Milik PT Timah Tbk Jadi Tempat Bangunan Liar untuk Tempat Mabuk-Mabukan

Hendra warga Jalan Nangnung RT 04, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, merasa resah dengan adanya ulah sekelompok warga yang sering mabuk-mabukan

Warga Resah Lahan Milik PT Timah Tbk Jadi Tempat Bangunan Liar untuk Tempat Mabuk-Mabukan
Bangka Pos/Nurhayati
Kabid Penegakan Perundang-Undangan Satpol PP Kabupaten Bangka, Achmad Suherman 

BANGKAPOS.COM-- Hendra warga Jalan Nangnung RT 04, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, merasa resah dengan adanya ulah sekelompok warga yang sering mabuk-mabukan sambil membunyikan musik hingga tengah malam di lingkungan perumahan mereka.

Kondisi itu membuat warga sekitar resah dan meminta aparat serta instansi terkait untuk segera menertibkan bangunan liar yang sering dijadikan tempat mabuk-mabukan tersebut.

"Warga lah sangat terganggu, karena sampai tengah malam juga nyetel musik, dan mabuk-mabukan, terkait lokasi itu sering dijadikan tempat mabuk-mabukan, rata-rata orang pendatang. Kami minta tolong dipantau petugas terkait soalnya bibi saya juga di situ kasihan, orang itu ganggu warga juga," ungkap Hendra kepada bangkapos.com, Jumat (6/9/2019).

Hendra menjelaskan lokasi sering menjadi tempat mabuk-mabukan berada di RT 04, Nangnung arah menuju Polman, belok ke kanan yang merupakan lahan PT Timah Tbk.

"Mereka biasanya sore dan malam orang itu kumpul, kalau siang bekerja tambang timah, rumah-rumah itu ilegal, berdiri di lahan PT Timah," keluh Hendra.

Kepala Kantor Sat Pol PP Kabupaten Bangka, Dalyan Amrie diwakili Kabid Penegakan Perundang-Undangan Satpol PP Kabupaten Bangka, Achmad Suherman, mengatakan, mereka telah mendatangi lokasi yang dimaksud pada siang hari tadi, tetapi tidak ditemukan apa yang dikeluhkan warga.

Namun apabila terbukti nanti, kata Suherman mereka tidak akan segan segan, merobohkan rumah-rumah yang tidak jelas berdiri tersebut.

"Daerah-daerah di situ tanahnya memang belum jelas kepemilikannya, dan banyak bangunan bangunan liar yang tidak jelas, banyak pendatang. Kalau terbukti bangunan tersebut, tempat perbuatan asusila dan mengganggu ketertiban tempat minum dan mabuk mabukan bisa kita robohkan," tegas Suherman.

Namun ia mengharapkan, jangan sampai lokasi itu menjadi tempat berbuat hal yang negatif sehingga meresahkan banyak warga.

"Harapan dan imbauan jangan sampai bangunan di jadi tempat-tempat yang negatif. Seperti tempat mabuk atau minum beralkohol, sehingga menganggu ketertiban masyarakat. Mari kite hidup tertib, jaga lingkungan kebersihan dan jangan kumuh," imbau Suherman. (Bangkapos.com/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved