Berita Sungailiat

Burung Colibri dan Perbak Dilepas di Hutan Lindung Sungailiat, BKSDA Beberkan Tiga Alasannya

Kepala BKSDA Yusmono mengatakan pihaknya memilih hutan lindung daerah Sungailiat Kabupaten Bangkas karena tiga alasan

Burung Colibri dan Perbak Dilepas di Hutan Lindung Sungailiat, BKSDA Beberkan Tiga Alasannya
bangkapos.com/Ferdi Aditiawan
Pelepasliaran satwa yang dilindungi oleh Balai Karantina dan BKSDA 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Balai Karantina Pertanian Kelas II Pangkalpinang bersinergi bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) melepasliarkan burung Colibri dan Perbak yang dilindungi, Sabtu (7/9/2019).

Pelepasliaran burung Colibri dan Perbak dipusatkan di salah satu hutan lindung yang ada di Sungailiat Kabupaten Bangka. Dipimpin langsung Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Pangkalpinang, Saifuddin Zuhri, didampingi kasi Karantina Hewan Akhir Santoso, kepala BKSDA,Yusmono dan Perwakilan Alobi.

Kepala Resort Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yusmono mengatakan pihaknya memilih hutan lindung daerah Sungailiat Kabupaten Bangkas karena tiga alasan

"Jadi kami memilih di daerah ini karena satu, kawasan hutan lindung ini jauh dari pusat permukiman kota. Kedua melepasliarkan burung Colibri ini bisa membantu penyerbukan dan menambah pertumbuhan tanaman yang ada disekitar hutan lindung yang ada disini. Ketiga wilayah di hutan ini dekat dengan pantai ," kata Yusmono

Jenis burung Colibri yang dilepasliarkan ini jenis Colibri Ninja, Colibri Wulung, Colibri Sepah Raja dan untuk Burung Perbak jenis Cerucukan.

Jenis burung Colibri dan Perbak yang berhasil diamankan Balai Karantina ini merupakan jenis burung yang diliindungi. Ia berharap burung Colibri dan Perbak bebas dari perburuan melihat populasi dan ekosistem burung ini sudah mulai punah.

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Pangkalpinang, Saifuddin Zuhri mengatakan pelepasliaran satwa ini merupakan suatu bentuk sinergisitas balai karantina dengan BKSDA dalam rangka melestarikan alam

"Ini adalah suatu hal yang luar biasa jadi untuk ke depannya perlu ditingkatkan lagi dalam hal menjaga kelestarian alam hayati maupun nabati yang ada, terutama di Babel ini," kata Saifuddin Zuhri

Saifuddin Zuhri menuturkan pelepasliaran ini merupakan fungsi Balai Karantina dalam rangka mencegah masuknya hama dan wabah penyakit burung

"Adapun yang lebih berwenangnya lebih kepada BKSDA karena selaku yang berwenang dalam hal menjaga kelestarian alam terutama untuk satwa yang dilindungi," ujar Saifuddin Zuhri

(bangkapos.com/Ferdi Aditiawan)

Penulis: Maggang (mg)
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved